Alhamdulillah ! PPKM Kabupaten Cirebon Turun ke Level 2, Ini Kata Kadinkes 

Rabu, 15 September 2021 17:50 WIB

Share
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. (foto:Ist)

CIREBON, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Kabupaten Cirebon seharusnya sudah masuk pada level 2 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bahkan jumlah kematian akibat Covid-19 juga sudah turun secara signifikan.

"Masuknya Kabupaten  Cirebon dalam level 4 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), disebabkan karena laboratorium pemeriksa Covid tidak menginput dalam data nasional," kata
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, Rabu (15/09/2021). 

"Tidak diinputnya data tersebut dalam data  nasional, membuat  laporan data kematian dari rumah sakit terlambat  dilaporkan secara nasional.
Hal ini menimbulkan perbedaan data harian dan data dalam new all record (NAR),” kata Eni. 

Setiap kasus kematian karena Covid-19, semula berstatus konfirmasi positif dan tercatat dalam new all record oleh laboratorium pemeriksa Covid-19.

Dari status konfirmasi maka akan berakhir pada dua status yaitu sembuh atau meninggal. Sehingga seharusnya, ketika ada laporan kematian dari Rumah Sakit maka data kasusnya sudah tercatat dalam new all record.

Pada kasus yang dialami  Pemkab Cirebon ini, kata Eni, banyak laporan kematian dari rumah sakit namun ketika dicari dalam data new all record tidak ada, sehingga data kematian tidak bisa dilaporkan sebagai kasus meninggal sampai data diinput oleh laboratorium,” kata Eni.

Eni mengatakan, perbedaan data tersebut diketahui, saat pihaknya melakukan verifikasi data kematian periode Januari – Agustus 2021. Dalam verifikasi tersebut, terdapat selisih kematian hingga 378 kasus.
“Ada selisih data dari Kabupaten dan Pusat, terkait angka kematian hingga 378 kasus,” kata Eni.

Hal tersebut, membuat pihaknya berusaha untuk melaporkan kembali selisih angka kematian tersebut secara bertahap. Setiap harinya, dilaporkan  13 kasus kematian. Pada periode 10 Agustus hingga 6 September, sudah dilaporkan sebanyak 203 kasus kematian,  tersisa 175 kematian.

Untuk  menyelesaikan jumlah selisih kematian tersebut, Pemkab Cirebon langsung menyelesaikan selisih angka kematian, dengan melaporkan sebanyak 175 kasus dalam satu hari, pada 7 September 2021.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler