Warga Tamansari Ancam Nginap di Depan Kantor Bupati, Inilah Tuntutan Mereka

Rabu, 15 September 2021 19:28 WIB

Share
Tenda-tenda yang dipasang di tengah jalan oleh pengunjung rasa yang berencana nginap di depan Kantor Bupati Karawang, Rabu (15/09/2021). (foto:Asl)

KARAWANG, POSKOTAJABAR.CO.ID,

Sejak pukul 10.00 WIB puluhan warga Desa Tamansari  Kecamatan Pangkalan yang tergabung dalam Paguyuban Citaman Bersatu menggeruduk Kantor Bupati Karawang, Rabu (15/9/2021).

Mereka menuntut soal harga pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol baru Jakarta-Cikampek ( apek 2) tahap kedua.

Ketua Paguyuban Citaman Bersatu, Didin Muhidin mengatakan, tuntutan warga kepada pemerintah adalah harga tanah yang layak. Saat ini, menurut Didin, harga yang ditawarkan saat ini dinilai tidak layak jauh dari harga pasaran.

"Kami bersama warga yang kita minta serta  menuntut kepada pemerintahan agar  adanya harga tanah yang tidak layak, harga yang tidak manusiawi serta harga yang jauh dari harga pasar. Saat ini, lahan warga hanya dihargai tertinggi diangka Rp 666 ribu dan terrendah Rp 155 ribu. Kami hanya menuntut lahan kami dibayar sesuai harga pasar, yakni dikisaran Rp 1,6 jutaan permeter," kata Didin saat unjuk rasa.

Didin menduga, ada mafia tanah yang bergerak di lapangan, sehingga harga jual rendah. "Untuk itu kami menuntut keadilan kepada Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana agar lahan kami dihargai secara layak," tukasnya.

Didin menegaskan, apabila Bupati Karawang Celllica Nurachadiana tidak mau bertemu dengan pengunjukrasa. Maka, massa pendemo akan bertahan di Gerbang Utama Kantor Bupati sampai ditemui.

"Kami tetap akan memperjuangkan hak-hak tanah kami ini, sampai layak dan adil itu saja. Kalau perlu kami bakal nginap di sini (Gerbang Utama Kantor Bupati) sampai ditemui bupati. Kami pun sudah bawa tenda," tegasnya.

Adapun jumlah  warga yang belum dibebaskan harga tanah  sampai saat ini ada 62 warga. 62 Kepala Keluarga (KK) dari 78 bidang tanah.
Didin juga menyebutkan, ini (demo) sudah ketiga kali datang meminta kepada Bupati Karawang.

"Kita sudah melayangkan surat ke bupati. Sampai sampai ini belum ada dukungan," timpalnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler