Revisi RTRW  Kota Sukabumi Tinggal Tunggu Persetujuan Pusat, Ini Poin Pentingnya

Jumat, 17 September 2021 14:37 WIB

Share
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan pada Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah merancang revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Saat ini prosesnya tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat kementrian ATR BPN. Foto: Hendra)

SUKABUMI, POSKOTAJABAR.CO.ID

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah merancang revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Saat ini prosesnya tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat yakni Kementrian ATR BPN.

"Revisi RTRW kita sudah memasuki tahapan akhir untuk meminta persetujuan dari pusat saja," ujar Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan pada  Bappeda  Kota Sukabumi,  Frendy Yuwono, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/9/2021).

Fredy mengatakan, pada  tanggal  21 November 2021 nanti, Pemerintah Kota Sukabumi yaitu Walikota, Sekda, Bappeda, dan juga SKPD terkait lainya, akan menghadiri undangan  resmi dari Kementrian ATRBPN, untuk pembahasan lintas sektor dengan kementrian-kementrian terkait evaluasi RTRW.

"Setelah  mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Pusat, RTRW tersebut artinya sudah selesai, tinggal diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi. Namun, sifatnya hanya pengesahan saja," ucap dia.


Dalam  perubahan RTRW tersebut, lanjut Ferdy, perubahan yang dilakukan dari RTRW sebelumnya yaitu, mengenai penambahan pusat pemerintahan. Kedepannya, Pusat Pemerintahan tidak hanya di wilayah Cikole saja, melainkan akan melebar ke Kecamatan Cibeureum.

Kemudian, sambung dia,  memfasilitasi perubahan status jalan Lingkar selatan  yang sebelumnya berstatus jalan Provinsi,  menjadi jalan nasional. Tujuannya, agar pergerakan kendaraan berat tidak masuk ke wilayah kota.

"Kemudian, terkait  pengembangan kawasan Jalan lingkar selatan yang akan dijadikan pusat perdagangan, dan jasa," pungkasnya. (Hendra)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler