Tasikmalaya Didorong Menjadi Kiblat Busana Muslim Dunia

Sabtu, 18 September 2021 16:45 WIB

Share
Koordinator Produk Kreatif Ditjen PEN Kemendagri, Hamidi, bersama Sesepuh Dewan Penasehat Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Wilayah Jabar, H Anton Charliyan. (Foto: Ist.)

TASIKMALAYA, POSKOTAJABAR.CO.ID -
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang saat ini tengah dilaksanakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) adalah ekonomi kerakyatan berbasis pesantren, khususnya fashion. DidorongTasikmalaya akan diusung menjadi kiblat busana muslim dunia.

Hal ini terungkap dalam pertemuan terbatas antara Koordinator Produk Kreatif Ditjen PEN Kemendagri, Hamidi, dengan Sesepuh Dewan Penasehat Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Wilayah Jabar, H Anton Charliyan.

Ikut hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Jalan Kapten Naseh No. 8 Tasikmalaya adalah Ketua Persatuan Santri Nusantara Ustad Asep S, Ketua Koperasi Ponpes Suryalaya KH Ahmad, dan tokoh-tokoh ekonomi pesantren lainnya.

Hamidi menjelaskan, Ditjen PEN Kemendagri saat ini, tengah menitik beratkan pada program ekonomi kerakyatan berbasis pesantren, tidak terkecuali produk dan fashion Pakaian Muslim.

Hal itu karena Tasikmalaya adalah produser terbesar pakaian muslim, dengan ciri dan kekhasan bordirnya. Diharapkan, ke depan Indonesia bisa menjadi kiblat busana muslim dunia.

"Tasikmalaya kan sudah terkenal sebagai produser terbesar busana muslim, dengan ciri dan kekhasan bordirnya, yang halus. Bahkan, sudah terkenal ke mancanegara," ungkapnya.

Abah Haji Anton --panggilan untuk H Anton Charliyan-- menyambut positif kepercayaan dan harapan yang disampaikan Hamidi. Ia mengharapkan, Tasikmalaya dan Jawa Barat pada umumnya bisa mewujudkan harapan tersebut.

"Semoga Tasikmalaya sebagai Pusat Produksi Busana dan Kerajinan Bordir di Jabar bisa menjadi salah satu sentral atau kiblat produksi maupun model busana muslim Nusantara, bahkan Dunia," katanya.

"Semoga, pemberdayaan ekonomi kreatif yang ada di pesantren-pesantre bisa menjadi solusi nyata dalam Pemulihan Ekonomi dimasa pandemi COVID-19 ini," tambahnya.

Untuk itu, kata Abah Haji Anton, Tasikmalaya harus mempersiapkan diri menuju ke arah tersebut, dan pemerintah melalui Kemendagri akan mendukung sepenuhnya Tasikmalaya menjadi Kiblat Busana Muslim Dunia. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler