Memprihatinkan! Ruang UKS di SLB N 2 Cimahi Dijadikan Kelas, Begini Penilaian Komisi V DPRD Jabar

Selasa, 21 September 2021 08:59 WIB

Share
Memprihatinkan! Ruang UKS di SLB N 2 Cimahi Dijadikan Kelas, Begini Penilaian Komisi V DPRD Jabar
Anggota Komisi V DPRD Jabar Ade Kaca saat m SLB Negeri 2 Cimahi, dengan didampingi Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Cimahi Budi Setiono. (Foto: Ist)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID

Kondisi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Kota Cimahi sangat memprihatikan karena tidak memiliki fasilitas yang memadai. Membutuhkan ruang kelas baru, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Ade Kaca mengaku kaget dan sangat prihatin saat melihat dengan mata-kepalanya sendiri kondisi sekolah tersebut, dimana ia menemukan ruang UKS dijadikan ruang kelas untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM)..

“Saya sangat prihatin, hampir 2 tahun saya menjadi anggota DPRD, sudah muter juga ke SMA/ SMK/ SLB seluruh kabupaten kota di Jawa Barat. Baru kali ini saya menemukan, SLB  di tengah kota dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Bisa dilihat sendiri ini ruang UKS tapi di pake ruang kelas, sangat tidak layak sekali," katanya saat melakukan peninjauan ke SLB Negeri 2 Kota Cimahi, Senin, 20 September 2021.

Ade menjelaskan, SLB itu dari segi fasilitas seharusnya memiliki keistimewaan dari sekolah-sekolah pada umumnya, karena kondisi fisik para siswanya yang memang harus mendapat perhatian khusus.

“Karena dalam sudut pandang saya SLB itu harus memiliki fasilitas lebih karena kondisi fisik siswanya juga, kan. Memperihatinkan," ujaranya.

Pihaknya pun akan segera menindak lanjutinya dengan mengundang pihak terkait yaitu Dinas Pendidik Provinsi Jawa Barat, karena menurutnya ini adalah masalah yang serius.

“Saya akan usul ke pimpinan komisi V untuk secepatnya mengadakan rapat dengan dinas pendidikan, kepala sekolah kami akan undang, KCD sudah tentu kita undang agar semuanya clear," tutupnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Cimahi, Budi Setiono mengatakan. pihaknya sebetulnya juga ingin segera dilakukan peremajaan, karena dirinya merasa aneh jika ada SLB yang letaknya di tengah kota namun kondisinya sangat memperihatinkan.

“Idealnya ruang terapi ada, ruang keterampilan juga ada, tata boga dan busana juga harusnya ada lengkap," ungkap Budi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar