Kejati Jabar Selamatkan Keuangan Negara Senilai Rp 3,240 Triliun, Ini Penjelasannya

Kamis, 23 September 2021 01:57 WIB

Share
Kajati Jabar Dr. Asep N. Mulyana. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar selama kurun waktu tahun 2018 s/d 2021 berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar sekira Rp 3.240.240.557.318. (foto:Ist).

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Kejati Jabar selama kurun waktu tahun 2018 s/d 2021 berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar sekira Rp 3.240.240.557.318 .

Angka tersebut berasal dari pendampingan perkara bantuan hukum litigasi mewakili PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI) dan PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC) terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Kejati Jabar melalui Jaksa Pengacara Negara pada bidang Datun mendampingi 24 perkara gugatan yang diajukan oleh para pihak kepada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI) dan PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC) di Pengadilan pada jalur yang dilewati proyek tersebut.

Pihak yang mengajukan gugatan adalah perusahaan-perusahaan maupun pribadi yang lahannya terimbas dari proyek tersebut dengan permintaan ganti rugi yang tidak sesuai dengan appraisal yang telah ditetapkan maupun status tanah yang ternyata fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Kajati Jabar, Dr. Asep N. Mulyana mengapresiasi kinerja dari Jaksa Pengacara Negara pada Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Jabar.

"Hal ini merupakan bentuk dukungan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam mensukseskan salah satu proyek strategis nasional di Jawa Barat," kata Asep dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu 22 September 2021.

Angka Rp 3,2 Triliun Penyelamatan Keuangan Negara Berasal dari Tahun 2018, sebanyak delapan perkara dengan jumlah penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 2,115 Triliun

Tahun 2019, sebanyak empat perkara dengan jumlah penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 758,760 Miliar. Tahun 2020 sebanyak sembilan perkara dengan jumlah penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 338,179 Miliar.

Tahun 2021 sebanyak tiga perkara dengan jumlah penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 27,445 Miliar. (Aris)

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler