Ali Kalora Tewas, Pengamat Kamtibmas Apresiasi Tim Satgas Gabungan TNI-Polri Madago Raya

Jumat, 24 September 2021 07:11 WIB

Share
Tim Satgas Gabungan TNI-Polri tengah mengevakuasi jenazah Ali Kalora yang tewas dalam penyergapan. (Foto: Ist.)

TASIKMALAYA, POSKOTAJABAR.CO.ID-
Mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (P) Anton Charliyan mengapresiasi tim Satgas Gabungan TNI-Polri Madago Raya karena telah berhasil memperlemah keberadaan teroris poso, dengan tewasnya Ali Kalora --Pimpinan Teroris Poso sekaligus Pimpinan MIT Pengganti Santoso, pimpinan teroris sebelumnya yang juga telah tewas tahun 2016.

Abah Haji Anton --panggilan untuk Anton Charliyan menjelaskan keberhasilan itu tentunya tidak terlepas berkat kerjasama yang kompak dan intergral antara Aparat TNI, Polri dan masyarakat Poso.

Mengingat, kata dia, Operasi Poso sangat komplek, selain medannya yang sangat extrim, juga minimnya informasi dari masyarakat prihal keberadaan kelompok tersebut.

"Itu bisa dimaklumi, karena rasa takut dan traumatik masyarakat akan kekejaman kelompok teroris tersebut, yang senantiasa melakukan tindakan tindakan sadis terhadap masyarakat yang dianggap telah membantu aparat pemerintah untuk memberi informasi tentang Keberadaan mereka. Atau memberikan informasi apapun, sehingga informasi yang didapatkan di lapangan sangat minim sekali," ungkapnya.

Abah Haji Anton berkata demikian karena pada tahun 2015-2016 ikut terlibat merumuskan operasi pertama yang diberi nama Operasi Tinombala Poso.

Pengamat kamtibmas ini juga menjelaskan dengan terbunuhnya Ali Kalora, otomatis jaringan MIT lemah juga. Namun, tidak boleh eforia, operasi sapu bersih tetap harus dilakukan.

"Konon kabarnya anak buah Ali Kalora yang tersisa tinggal sedikit, bisa dihitung dengan jari," terangnya.

Abah Haji Anton juga mengatakan saat ini pucuk pimpinan satgas Poso saat ini adalah orang yang sudah sangat berpengalaman dibidangnya.

"Kalau tidak salah, semenjak Pama sudah disana," terangnya.

"Bahkan jadi pucuk pimpinan Poso pun sudah yang ketiga kalinya , yaitu Irjen Rudy Safriadi, tentu saja tanpa mengecilkan peran pucuk-pucuk pimpinan yang lain yang sama besarnya juga, perannya," tambahnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler