PMII Kota Bandung Geruduk DPRD Jabar, Inilah Tuntutannya 

Sabtu, 25 September 2021 06:13 WIB

Share
Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar, H.M.Hasbullah Rahmat beraudiensi santai dengan para demonstran di depan pagar Gedung DPRD Jabar, Jl Diponegoro, Kota Bandung, Jumat 24 September 2021. (foto: Aris)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Puluhan mahasiswa  dari berbagai perguruan tinggi se Kota Bandung yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung menggeruduk Gedung DPRD Jabar menuntut segera tuntaskan konflik dan reformasi agraria, stop ekspor impor pangan  dan berikan jaminan kesejahteraan petani, Jumat 24 September 2021.

Selain itu, PMII Kota Bandung juga, menyoroti kebijakan pemerintah pusat  yang terus menggerus anggaran sektor pertanian, bahkan pada tahun 2021 ini anggaran untuk Kementrian Pertanian dipotong  lebih dari Rp.6 triliun sehingga anggaran semula Rp.21,84 triliun menjadi Rp.15,51 triliun.  

Di Jabar sendiri, tambah orator, anggaran untuk sektor pertanian, jumlahnya tidak pernah mencapai 10 persen dari Total APBD Jabar.  

"Padahal kita harus swasemda pangan, tegas perwakilan PMII dalam orasinya," katanya.

Hal lain yang disorot demonstran dalam orasinya adalah komoditas  pangan yang diimpor dari luar negeri, seperti Daging, Susu, Kopi, teh, hingga bahan pangan seperti cabai, bawang putih, lada kedelai dan jagung.


Uniknya demonstran tidak mau diterima anggota dewan di ruang komisi, dia justru meminta anggota dewan yang datang kepada mereka, lagi-lagi anggota dewan patuh.

Karena, tidak ada anggota komisi III DPRD Jabar, maka wakil rakyat yang datang areal demo bicara atas nama fraksi, dia adalah Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar, H.M.Hasbullah Rahmat.

Secara tegas Hasbullah Rahmat mengatakan,  bahwa Fraksi PAN DPRD Jabar mendukung penuh 100 persen atas aspirasi yang disampaikan PMII Kota Bandung.

Menanggapi tutuntan PMII, secara tegas Hasbullah Rahmat mengatakan,  bahwa Fraksi PAN DPRD Jabar mendukung penuh 100 persen atas aspirasi yang disampaikan oleh PMII Kota Bandung.

Kenapa Fraksi PAN mendukung aspirasi kawan-kawan PMII Kota Bandung , karena  memang permasalahan konflik agraria masih sering terjadi, dan selalu yang dirugikan adalah masyarakat petani, terutama berhadap dengan pengusaha bermodal, hal ini menandakan belum tuntasnya reformasi agraria.

"Kita di DPRD Jabar sering menerima keluhan para petani, mulai dari bibit, kelangkaan pupuk, hingga jatuhnya harga hasil produksi pertanian saat musim panen," katanya.


Hasbullah juga setuju sekali agar pemerintah menstop impor kebutuhan pangan, terutama saat panen raya pertanian,  karena selama ini setiap  musim panen, harga jual produksi pertanian anjlok sehingga para petani merugi.

Sedangkan terkait aspirasi minta petani, berikan jaminan kesejahteraan, Hasbullah , mengatakan, DPRD Jabar bersama Pemprov Jabar telah membuat inovasi dengan program Petani Milenial.

Program Petani Milenial ini diluncurkan agar pola pertanian yang masih mengandalkan cara-cara  tradisional dirubah dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Alhamdulillah, hasilnya sungguh luar biasa, dimana para petani yang hanya mengandalkan tadah hujan atau setahun sekali, kini sudah dapat ditingkat bisa panen 2  sampai 3 kali dalam setahun,” ujar,

Disamping itu, program petani milenial, adalah para petani muda disebar ke desa-desa untuk membantu para petani desa dengan penerapan pemanfaatkan teknologi digital.  Bahkan, hasil pertaniannya, dijamin oleh Pemprov Jabar akan dibeli, sehingga harga jualnya saat musim panen tidak jeblok.

Petani milenial sebelum diturunkan kelapangan, sudah dilatih, selain itu selama di desa, Pemprov Jabar juga memberikan bibit unggul, pupuk, biaya hidup selama tinggal diperkampungan, bahkan saat panen, hasil pertanian dibeli oleh Pemerintah.

“Jadi sekali lagi, saya atas nama DPRD Jabar dan maupun Fraksi PAN mengucapkan terima kasih atas aspirasi dari kawan-kawan PMII Kota Bandung yang telah peduli terhadap kehidupan para petani dan ketahanan pangan kita”, tandasnya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler