Guru dan Siswa Harus Tetap Patuh Protokol Kesehatan dengan Selalu Memakai Masker

Minggu, 26 September 2021 12:40 WIB

Share
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat. Guru dan siswa di Kota Tasikmalaya diminta harus terus meningkatkan kesadarannnya dalam penerapan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh. Jika kita menyepelekan tidak menerapkan protokol kesehatan virus tersebut akan masuk dengan cepat. (foto:Ist)

TASIKMALAYA, POSJOTAJABAR.CO.ID,

Guru dan siswa di Kota Tasikmalaya diminta harus terus meningkatkan kesadarannnya dalam penerapan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh. Jika kita menyepelekan tidak menerapkan protokol kesehatan virus tersebut akan masuk dengan cepat.

Hal itu dikatakan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Uus Supangat menanggapi adanya  dua orang guru honorer yang akan melakukan test PPPK terkonfirmasi Covid-19, Jumat 924/09/2021).

Menurut Kadinkes Tasikmalaya, ini sangat riskan sekali, maka pihaknya langsung melakukan tracing kepada semua guru dan siswa yang kontak erat dengan gur tersebut.

"Alhamdulillah hasil dari swab antigen semuanya negatif," ujar Uus.

Ia menegaskan kepada semua sekolah yang sedang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kalaukan ada guru yang merasa badannya kurang enak lebih baik di rumah dan lakukan daring. 

"Virus Corona ini sangat bahaya penyebarannya juga sangat cepat," ucap Kadinkes Uus.

Menyusul adanya dua orang guru terkonfirmasi positif covid-19, proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SDN Kudanguyah Kecamatan Cipedes, ditutup sementara waktu. Sedangkan SDN Gunung Lipung 3 di Kecamatan Cipedes,  masih melakukan daring, karena salah satu gurunya terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepsek SDN Gunung Lipung 3,  Euis Dahniati  mengatakan dan membenarkan guru honorernya terkonfirmasi Covid-19, karena salah satu syarat untuk mengikuti test CPNS dan PPPK harus di swab terlebih dulu.

"Setelah di swab guru honorer kami terpapar Covid-19," ujarnya, Jumat (24/9/2021).

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler