Kang Agun Gunandjar, Politisi yang Rajin Kontemplasi

Senin, 27 September 2021 08:35 WIB

Share
Kang Agun Gunandjar usai shalat di mushala sebuah SPBU di Tasikmalaya. (Foto: Ist.)

JAKARTA, POSKOTAJABAR.CO.ID -

Seorang politisi harus banyak berkontemplasi. Kalau perlu menempuh jalan sunyi. Itu kalau mau terhindar dari polusi. Polusi itu bisa berarti memperkaya diri. Polusi itu bisa berarti mau menangnya sendiri. Polusi itu bisa berarti caci maki. Polusi itu bisa berarti sensasi tanpa kontribusi.

Kontemplasi dan jalan sunyi itulah yang kini banyak dilakukan dan menjadi pilihan politisi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa.

Terpilih sebagai anggota DPR RI sejak 1997 hingga kini, Agun Gunandjar telah terbukti sebagai politisi "sakti". Rezim penguasa partai boleh datang silih berganti, sejak Harmoko, Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Setya Novanto hingga kini Airlangga Hartarto, tapi kursi legislatif Agun tetap aman.

"Karena yang memilih anggota DPR itu rakyat. Elite partai hanya perantara urusan administrasi. Sepanjang kita amanah dan dekat dengan rakyat, insya Allah akan aman," ujar Kang Agun, panggilan akrab urang Sunda itu, kepada wartawan yang menghubunginya dari Jakarta, Minggu, 26 September 2021.

Agun pun mengirimkan foto diri bersama sang istri yang sedang beristirahat selepas shalat di musala sebuah SPBU di Tasikmalaya, lanjut ke Garut, Jawa Barat. Mereka sedang memempuh perjalanan usai mengunjungi konstituen di daerah pemilihannya, Jawa Barat X yang meliputi Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Agun banyak melakukan kegiatan sosial di dapilnya, termasuk membagikan sembako di masa pandemi Covid-19 ini. Apalagi di masa reses.

"Ini juga jalan sunyi untuk menyapa rakyat setiap saat. Tanpa publikasi. Tanpa sensasi. Yang penting bisa berkontribusi bagi rakyat atas masalah-masalah yang mereka hadapi," kata Agun.

"Saya di dunia politik ini juga harus bisa memberikan kemanfaatan atas segala apa yang dimilki," lanjut Anggota Komisi XI DPR RI ini.

Di parlemen pun Agun tampak mengurangi, bahkan cenderung menghindari media. Tak perlu publikasi dan sensasi dengan banyak bicara di depan media, yang penting ia menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai legislator dengan baik, dalam hal pengawasan, legislasi, dan pengusunan anggaran.

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler