20 Ribu Anak Jadi Yatim Piatu karena Pandemi Covid-19, Ini Rencana Pemprov Jabar

Selasa, 28 September 2021 10:54 WIB

Share
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. Pandemi Covid-19 layak jadi momentum terwujudnya hari hari anak yatim nasional.(foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Wakil Gubernur Jawa Barat ,Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, pandemi Covid-19 layak jadi momentum terwujudnya hari anak yatim nasional.

Data Kementerian Sosial RI menunjukkan ada 4 juta anak yatim piatu di Indonesia, 20.000 di antaranya orang tuanya meninggal karena Covid-19. Jumlahnya akan semakin bertambah karena pandemi belum usai.

"Pemprov Jabar tengah mendorong pemerintah pusat, membuat sebuah hari nasional dengan judul 'Hari Anak Yatim," katanya di Gedung Sate, Senin 27 September 2021.

"Kenapa tidak, sebagai bentuk penghargaan kepada mereka ada hari anak yatim yang nanti dijadikan hari nasional. Ini momentum negara peduli ada legalitas ingin dilahirkan keputusan itu," tambahnya.

Usulan ini, terang Uu, telah mendapat dukungan banyak pihak mulai berbagai komunitas masyarakat, para organisasi dan filantropis individu, dan kalangan ulama.

Khusus dalam tradisi Islam 10 Muharram diyakini sebagai hari spesial bagi anak yatim piatu atau lebarannya anak yatim, yang bisa jadi inspirasi tambahan.    

"Proses ini sudah berjalan dari tahun kemarin. Alhamdulillah banyak dukungan dari berbagai lembaga. Tanda tangan dan surat dukungan dengan kop organsiasi lembaga termasuk ponpes mengalir terus. Pak Gubernur Ridwan Kamil memberikan dorongan untuk ikut mendorong Hari Anak Yatim," tuturnya.

Menurut Uu, anak yatim piatu yang kekurangan pada dasarnya bisa digolongkan fakir miskin dan anak terlantar yang harus dipelihara negara sesuai amanat Pasal 34 UUD 45. Bantuan bagi anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya karena Covid-19, bisa lebih pasti dan transparan jika ada landasan hukumnya.

"Kalau sudah (jadi hari besar) bisa dimasukkan Peringatan Hari Besar Nasional. Jadi bisa membuat kode rekening, nomenklatur untuk memberikan bantuan langsung kepada anak yatim,” pungkasnya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler