Penerapan Prokes 5M Jadi Syarat Penting Keberlangsungan Pembelajaran Tatap Muka 

Selasa, 28 September 2021 20:42 WIB

Share
Penerapan Prokes 5M Jadi Syarat Penting Keberlangsungan Pembelajaran Tatap Muka 
Kepala Sekolah SMAN 2 kota Cimahi Drs. Doddy Sularto MM memantau pelaksanaan kegiatan PTM di sekolahnya dengan menerapkan Prokes 5 M yang ketat serta siswa harus ada ijin orang tua serta harus sudah divaksin. (Foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Harapan Naswa (15) salah seorang pelajar di Cirebon sebulan yang lalu ketika ia mengikuti vaksinasi Covid-19 di Aula Kantor Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon, Rabu (11/08/2021),  dirinya mau divaksin Covid-19 karena ingin Sekolah Tatap Muka, nampaknya harapan atau keinginan pelajar tersebut di bulan September mulai terwujud dengan dilaksnakananya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Ribuan sekolah se Jabar melaksanakan PTM Terbatas. Hal itu dimungkinkan karena status 27 Kota/Kabupaten (Kokab) se Jawa Barat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) ada di Level 1-3 sebagaimana yang disyaratkan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kadisdik Jabar, Dedi Supandi mengatakan, Disdik Jabar mencatat 1.471 dari 4.966 sekoleh jenjang SMA/SMK/SLB, telah siap melakukan PTM Terbatas. Angka tersebut kemungkinan akan bertambah seiring dengan persiapan pihak sekolah dalam memenuhi kriteria yang telah ditetapkan untuk menyelenggarakan PTM.

"Secara pararel pasti bertambah jumlah sekolah yang akan melaksanakan PTM, sampai saat ini masih terdapat beberapa sekolah yang masih melakukan koordinasi dengan satuan gugus tugas Covid, ada juga sekolah yang masih melakukan penyebaran izin kepada orang tua siswa, jadi angka 1.471 kemungkinan pekan depan akan terus bertambah," ujarnya ketika dihubungi, Kamis, 2 September 2021.

Dijelaskan Dedi, PTM di masa pandemi akan berbeda dengan PTM sebelum pandemi melanda. Dalam PTM Terbatas tersebut, terdapat dua pola pembelajaran yang akan dilakukan yaitu pola shift dan pola blok per pekan.

"Jadi pola-pola itu kita serahkan pada sekolah sesuai dengan potensi kesiapan sarana dan kesiapan tenaga pengajar. Hal lain, terkait pengisian link pedulilindungi dilakukan secara bertahap sambil pelaksanaan vaksin dilakukan secara cepat," tuturnya.

Selain kesiapan pihak sekolah dalam menunjang pelaksanaan PTM, hal lain yang perlu diperhatikan adalah vaksinasi yang telah diterima para pengajar. Sejauh ini, ujar Dedi, 68 persen guru di Jabar telah menerima vaksinasi. Di samping itu, persentase para pelajar yang telah divaksin juga sudah di atas 50 persen.

"Kalau pelajar di level SMP/MTs ini sudah memenuhi, tapi SMA belum memenuhi. Kalau SMA/SMK 23 persen tapi kalau digabungkan dengan level SMP dan dibawahnya itu sudah mencapai di 60 persen lebih," katanya.

Meksi demikian, Dedi tak menampik apabila sewaktu-waktu terjadi penghentian pelaksanaan PTM terbatas ini.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar