Varian Baru Covid-19 R.1 Mulai Terdeteksi dan Lebih Berbahaya, Begini Menurut Para Ahli

Selasa, 28 September 2021 17:27 WIB

Share
Ilustrasi Covid-19. (klikdokter)

JAKARTA, POSKOTAJABAR.CO.ID -

Penduduk dunia mulai dikejutkan kembali dengan munculnya Covid-19 varian baru dengan kode R.1. Berdasarkan laman resmi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) varian baru Covid-19 R.1 bisa lebih menular.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian R.1 sebagai Variant Under Monitoring atau varian dalam pemantauan. Telah diketahui, varian baru R.1 ini dilaporkan pertama kali pada Januari 2021 di 47 negara bagian Amerika Serikat.

Dikatakan, bahwa varian R.1 merupakan salah satu varian Corona yang memiliki beberapa mutasi, salah satunya mutasi D614G.

Mutasi D614G terbukti mampu meningkatkan kemampuan penularan virus. Meskipun belum pasti, varian ini diduga lebih menular daripada varian Corona lainnya.

Sementara itu, CDC menunjukkan tingkat serangan bisa 3 sampai 4 kali lebih tinggi di antara penduduk yang tidak divaksinasi dan tenaga kesehatan yang sudah divaksin.

Untuk itu, para ahli menyarankan agar masyarakat umum untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 sesegera mungkin tanpa perlu memilih jenis vaksin

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, hingga saat ini sebaran varian R.1  belum menunjukkan ada di Indonesia.

"(Varian R.1) belum ada ya sampai saat ini," katanya, Jumat, (24/9/2021).

Menurutnya, pemerintah saat ini terus berupaya mengawasi pintu masuk di udara dan laut guna meminimalkan penyebaran varian-varian baru ke Indonesia.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler