Disnaker Cimahi Punya Jurus Baru untuk Kurangi Pengangguran, Inilah Caranya

Jumat, 1 Oktober 2021 20:04 WIB

Share
Kadisnaker Kota Cimahi Yanuar Taufik. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memiliki jurus baru untuk mengentaskan permasalahan pengangguran di Kota Cimahi. (foto:Bagdja)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memiliki jurus baru untuk mengentaskan permasalahan pengangguran di Kota Cimahi. Jurus tersebut dihimpun dalam Sistem Data Ketenagakerjaan dan Pelatihan Terintegrasi (Sidakep).

Diakui oleh Kepala Disnaker Kota Cimahi, Yanuar Taufik,  sistem terbaru tersebut akan memuat seputar informasi pekerjaan hingga pelatihan. Bukan hanya di Kota Cimahi, melainkan di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

Pasalnya, sistem tersebut sudah terintegrasi dengan Pemrov Jabar dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sehingga informasi lowongan pekerjaan hingga pelayanan nantinya akan muncul juga dalam aplikasi Sidakep.

"Kan indikator kita mengurangi pengangguran. Lowongan pekerjaan baik yang ada di Cimahi, mapupun luar Cimahi nantinya ada karena sudah terintegrasi," terang Yanuar,  Jumat (1/10/2021).

Dengan ruang informasi yang diberikan lewat sistem tersebut, Yanuar meyakini keberadaan Sidakep akan bermanfaat untuk mengurangi pengangguran di Kota Cimahi. Selain itu, bisa juga untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal Kota Cimahi.

"Untuk menyiapkan SDM ada juga pelatihan. Tidak hanya di Cimahi, bahkan nasional bahkan luar negeri kalau berniat mau meningkatkan kompetensi," ujarnya.

Untuk saat ini, kata Yanuar, aplikasi Sidakep masih dalam tahapan penyempurnaan. "Saat ini masih dalam proses penyempurnaan. Kemungkinan dalam waktu dekat baru bisa beroperasi," ucapnya.

Dirinya berharap keberadaan Sidakep nantinya mampu menyerap tenaga kerja lokal asal Kota Cimahi sehingga angka pengangguran bisa ditekan. Meskipun belum ada data pasti angka pengangguran terbaru, Yanuar memprediksi angkanya menurun seiring mulai pulihnya sektor perekonomian ditengah pandemi Covid-19.

"Perkiraan sekarang sudah berkurang 2-3 persen karena perekonomian termasuk industri sudah mulai pulih," tukasnya. (Bagdja)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler