Nah Lhoo ! Peternak Ayam Petelur Kembali Bagikan Telur Secara Gratis, Ini Sebabnya

Jumat, 1 Oktober 2021 16:06 WIB

Share
Dua orang peternak ayam petelur di Tasikmalaya sedang membungkus telur ayam untuk dibagikan kepada warga masyarakat, Jumat (01/10/2021. (foto:Kris)

TASIKMALAYA, POSKOTAJABAR.CO.ID

Peternak ayam petelur di Tasikmalaya kembali bagikan telur ayam kepada warga secara gratis. Aksi tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan peternak ayam terhadap pemerintah yang dianggap tidak tanggap terhadap keterpurukan peternak ayam petelur akibat anjloknya harga telur dan mahalnya pakan ayam.

"Ya, kami sudah berat untuk beli pakan, ya kami gratiskan telur ayam kepada warga masyarakat, tak hanya telur ayam, ayam milik kami jual murah dengan harga bervariatif karena pakan ayam terus mengalami kenaikan hingga dua kali lipat," ujar salah seorang peternak ayam petelur Kawalu Kota Tasikmalaya, H.Nandang Suryana, Jumat(1/10/2021).

Menurut Nandang, sekarang pemerintah mengawasi turun dan naiknya inflasi, hingga pemerintah langsung datang ke para peternak bersama dari BI dengan alasan harga telur menyebabkan inflasi tinggi.

"Akan tetapi,  ketika petani terpuruk pemerintah seolah lepas tangan," ungkapnya

Kata Nandang, keterpurukan peternak ayam petelur saat ini sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Selama itu belum ada peran pemerintah berkomitmen untuk membantu para peternak agar segera keluar dari keterpurukan ini.

"Saya kira pemerintah  perlu hadir di tengah  keterpurukan ini dan jangan biarkan peternak ayam gulung tikar hingga ribuan ayam petelur dijual murah. Makanya pemerintah di keterpurukan ini perlu hadir," ujar Nandang.

" Yaah dalam arti keterpurukan disini pemerintah harus hadir  dan mensubsidi pakan ayam termasuk obat-obatannya. Sehingga walaupun harga telur anjlok, petani tidak terlalu mengalami kerugian,"tambahnya.

Misalkan, kata Nandang,  biaya per kg produksi telur itu Rp16 ribu, pemerintah harusnya bisa mensubsidi hingga jatuhnya menjadi Rp 12 ribu, maka ketika harga telur anjlok petani tidak terlalu merugi karena biaya produksi dibantu pemerintah.

"Alhamdulillah pembagian telur gratis ini kita tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, karena kami tidak mau ada klaster dari warga gara-gara pembagian telur gratis ini, Kita tetap menerapkan prokes dengan memakai masker, cuci tangan di air yang mengakir serta jaga jarak antar sesama warga biar tidak terjadi kerumunan massa," papar Nandang. (Kris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler