Melawan Pandemi Covid-19, Setiap Elemen Bangsa agar Berkolaborasi Total, Ini Alasannya

Senin, 4 Oktober 2021 19:13 WIB

Share
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani. Setiap elemen bangsa agar berkolaborasi total dalam melawan pandemi Covid-19. (foto :ist)

CIREBON, POSKOTAJABAR.CO.ID. 

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, meminta setiap elemen bangsa agar berkolaborasi total dalam melawan pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 telah merusak tatanan sistem kesehatan, ekonomi dan sosial budaya Indonesia. Kita baru menyadari bahwa infrastruktur dan supra struktur kesehatan tidak siap menghadapi gelombang pandemi. Fundamental eknomi kita pun tercabik-cabik. Kolaborasi total semua elemen bangsa menjadi strategi utama dalam melawan pandemi,” ujarnya dalam pembukaan program kemitraan Komisi IX DPR RI dan Kemenkes RI berupa Vaksinasi 1.000 dosis bagi pelajar serta masyarakat umum kota Cirebon, Sabtu, (02/10/2021).

Kegiatan yang melibatkan kader dan konstituen DPD PKS Kota Cirebon sebagai pelaksana ini dilakukan di tiga titik yaitu, Sekolah Tinggi Farmasi Cirebon, SMPIT Sabilul Huda dan di Kelurahan Kasepuhan.

Dalam kegiatan yang dilakukan beriringan dengan sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) ini, Netty meminta pemerintah agar terus membenahi kolaborasi total dengan semua pihak sebagai bentuk komitmen bersama dalam menurunkan laju penyebaran Covid -19 di Indonesia.

“Saat ini bukan lagi masanya mengandalkan pihak-pihak tertentu, apalagi membatasi kerjasama hanya pada kelompok yang dianggap berkoalisi dengan pemerintah. Pandemi hanya dapat diatasi jika setiap elemen bangsa berkontribusi dalam penanganan pandemi,” tandas Netty.

Program vaksinasi di Kota Cirebon juga mendapat dukungan dari Dinkes Kota Cirebon yang menurunkan tim vaksinator dari beberapa puskesmas terdekat.

“Pemerintah mengapresiasi dukungan anggota Komisi IX DPR RI dan pihak lain yang terlibat dalam percepatan program vaksinasi ini. Kami menyadari masih dijumpai banyak kendala di lapangan, termasuk adanya ketidaksesuaian data antara jumlah dosis yang keluar dengan data jumlah masyarakat yang telah tervaksinasi,” kata Sadikin Sadek, Direktur Penilaian Alkes dan PKRT, Kemenkes RI yang hadir dalam acara pembukaan vaksinasi di STF Cirebon.

Oleh karena itu, Netty meminta pemerintah memperbaiki sistem input data dalam program vaksinasi.

“Vaksinasi adalah upaya membangun kekebalan kolektif sebagai game changer pandemi. Jangan sampai persoalan teknis semisal input data menjadi kendala,” katanya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler