Bentrokan di PG Rajawali, Oknum Anggota DPRD Indramayu Diamankan Polisi, Ini Penyebabnya

Selasa, 5 Oktober 2021 21:02 WIB

Share
T, oknum anggota dewan Indramayu yang ditangkap polisi pasca bentrok berdarah antara petani tebu dan Ormas FKamis di lahan tebu milik PG Rajawali, Senin 4 Oktober 2021. (foto:Ist)

MAJALENGKA, POSKOTAJABAR.CO.ID
Suhendar dan Yayan, korban tewas dalam bentrok dua kubu petani penggarap lahan tebu milik PT PG Rajawali di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, dimakamkan dengan diantar ratusan warga, Selasa 5 Oktober 2021.

Suhendar dimakamkan di pemakaman umum Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh. Sementara, Yayan dimakamkan di pemakaman umum Desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Pihak pemerintah desa berharap pihak kepolisian bisa menindak tegas para pelaku yang telah membunuh kedua warga Kecamatan Jatitujuh.

Belum lama ini memang telah terjadi bentrokan antara petani lahan tebu dengan ormas dari Indramayu. Akibat peristiwa berdarah tersebut dua petani tewas dan polisi menangkap dua puluh orang dan satu orang anggota DPRD Kabupaten Indramayu.

Senin 4 Oktober, siang 19 orang ditangkap dan dibawa ke Polres Indramayu. Sementara pada sore harinya, TNI dan Polri yang melakukan penyisiran di Desa Amis mengamankan 5 orang lagi, termasuk anggota DPRD berinisial T.

Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif dan Dandim 0616 Letkol Inf Teguh Wibowo, memimpin langsung penangkapan yang berlangsung Senin 4 Oktober 2021, pukul 17.30 WIB.

"Malam harinya, petugas kepolisian dan TNI juga melakukan pengamanan untuk mencegah terjadinya bentrok susulan," katanya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler