Vaksinasi Covid-19 Kota Bandung Sudah 80 Persen, Ini Rinciannya

Selasa, 12 Oktober 2021 11:29 WIB

Share
Walikota Bandung Oded M. Danial mengikuti Entry Meeting BPK-RI Perwakilan Jawa Barat Sehubungan dengan Pemeriksaan Kinerja atas Upaya Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 T.A. 2021, secara Virtual, di Balai Kota Bandung, Senin 11 Oktober 2021. (foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
WaliKota Bandung, Oded M. Danial menyampaikan laporan terkait progres vaksinasi di Kota Bandung dan anggaran untuk penanganan Covid-19 pada tahun 2020 dan 2021 beserta realisasinya.

Walikota Oded menjelaskan, berdasarkan data Dinkes Kota Bandung, vaksinasi Covid 19 per 10 Oktober 2021 yang telah menyelesaikan dosis satu 1.717.128 orang atau 87,95 persen.

"Dosis dua baru 1.238.181 orang atau 63,42 persen dari total target 1.952.358 warga Kota Bandung," katanya saat Entry Meeting dengan BPK-RI Perwakilan Jawa Barat secara virtual, Senin 11 Oktober 2021.

Entry Meeting diselenggarakan terkait dengan Pemeriksaan Kinerja atas Upaya Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 TA 2021. Hadir juga dalam kegiatan itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Menurut Oded, progres vaksinasi di Kota Bandung sudah mencapai lebih dari 80 persen. Kegiatannya juga berjalan dengan cukup baik, diharapkan pada Desember 2021 dapat selesai 100 persen.

"Itu diapresiasi oleh Pak Gubernur Jawa Barat dan BPK. Mudah-mudahan (bisa selesai Desember) tadi sepemikiran dengan Pak Gubernur bahwa persoalan vaksin di Kota Bandung tinggal vaksinnya saja, kalau tenaga kesehatannya siap," katanya.

Oded pun mengaku siap dengan pemeriksaan BPK terkait vaksinasi Covid-19 ini. Ia pun berharap vaksinasi di Jawa Barat bisa dilaksanakan dengan lancar agar Herd Immunity bisa didapatkan secepatnya.

Oded menuturkan, seiring dengan penurunan kasus Covid-19 di Kota Bandung, semoga program vaksinasi ini juga dapat membuat pandemi Covid-19 di Kota Bandung, lebih landai lagi.

Meski begitu, Oded juga tidak terburu-buru membuat kebijakan terkait relaksasi atau pelonggaran pada beberapa sektor, karena harus berdasarkan kajian di lapangan.

"Relaksasi insyaallah ada, kita usahakan, tetapi kita tetap ada SOP, hasil dari kajian-kajian di lapangan, tinggal menunggu saja," ucapnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler