Gawat ! Kekerasan Terhadap Anak di Kota Bandung Selama Pandemi Meningkat, Ini Penjelasannya

Rabu, 13 Oktober 2021 07:30 WIB

Share
Kepala Dinas DP3A Kota Bandung, Rita Verita, di Taman Dewi Sartika, Kota Bandung, Selasa 12 Oktober 2021. (foto:Aris)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung mencatat adanya kenaikan angka kekerasan terhadap anak selama pandemi Covid-19.

Pada tahun 2020 kekerasan terhadap anak tercatat 84 kasus. Sementara hingga September 2021, kekerasan anak telah menyentuh angka 100 kasus.

"Jadi selama pandemi memang kekerasan yang naik itu adalah kekerasan terhadap anak," kata Kepala Dinas DP3A Kota Bandung, Rita Verita, di Taman Dewi Sartika, Kota Bandung, Selasa 12 Oktober 2021.

Rita mengungkapkan, kekerasan terhadap anak mayoritas terjadi secara psikis dan dominasi pelaku adalah orang di luar keluarga.

"Pelakunya variatif, tapi mayoritas ini memang yang ada di sekitar, jadi lebih seperti bully (perundungan), bukan fisik atau seks," ungkapnya.

Dari data DP3A kekerasan terhadap anak menjadi kasus dengan peringkat paling tinggi di Kota Bandung.

"Jadi kekerasan anak itu paling tinggi, kedua itu terhadap istri, lalu ketiga kekerasan terhadap perempuan," ujarnya.

Rita memastikan pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang mengalami tindak kekerasan.

Adanya kader DP3A dan Pusat Pelayanan dan Pemberdayaan Perempuan (Puspel PP) di kewilayahan berdampak pada lebih cepatnya penangan bagi mereka yang mengalami kekerasan.

"Kami lakukan pendampingan konseling, alhamdulilah kasus yang datang ke kami terselesaikan dengan baik," tandasnya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler