Kekecewaan Masyarakat Jawa Barat karena Tim Sepakbola Gagal di PON XX Papua 2021

Rabu, 13 Oktober 2021 07:49 WIB

Share
Kekecewaan Masyarakat Jawa Barat karena Tim Sepakbola Gagal di PON XX Papua 2021
Agustinus Liwulanga, wartawan dan pengamat sepakbola. (Foto: Ist.)

Oleh: AGUSTINUS LIWULANGA

KEGEMILANGAN Febri Haryadi dan kawan-kawan saat merebut medali emas sepakbola di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, 28 September 2016, hanya tinggal kenangan. Saat itu, Gian Zola Nugraha cs sukses merebut medali emas Pekan Olahraga Nasional  (PON) XIX 2016 Jawa Barat setelah di final mengalahkan Sulawesi Selatan (Sulsel) 5-4 (0-0) lewat adu pinalti.

Keberhasilan tim asuhan Lukas Tumbuan tersebut, membuat masyarakat Jawa Barat (Jabar) bersuka cita. Sukses ini, rupanya tidak berlanjut di PON XX Papua 2021. Tim asuhan Yudhiantara terhenti di babak enam besar. Kalah 0-1 dari Kaltim dan menyerah 0-2 dari Jatim. Akibatnya Jabar gagal menembus semifinal.

Kekalahan ini memunculkan reaksi kesedihan dari masyarakat Jabar. Bahkan, mantan Ketua Asprov PSSI Jabar, Duddy Sutandi, langsung menuding Ketua Asprov PSSI Jabar Tommy Apriantono sebagai pihak yang harus bertanggungjawab. Duddy adalah Ketua Asprov PSSI Jabar saat Gian Zola dan kawan-kawan merebut medali emas di PON 2016.

Saat itu, Duddy Sutandi juga yang terjun langsung menjadi manajer tim PON XIX Jabar. Duddy Sutandi melanjutkan keberhasilan Jabar merebut emas yang sudah sangat lama ditunggu, sekitar 65 tahun masa penantian. Tim sepakbola Jabar pertama kali merebut emas pada PON II 1951 di Jakarta. Berarti pada masa manajer tim Duddy Sutandi baru dua kali Jabar meraih medali emas.

Bicara tentang sepakbola, Jabar memang salah-satu pusat kekuatan sepakbola Indonesia dari masa ke masa. Sejarah mencatat, Jabar juga penghasil pesepakbola brilian untuk Timnas Indonesia. Mulai dari Aang Witarsa yang menjadi squad timnas Merah Putih di Olimpiade Melbourne 1956, sampai Wowo Sunaryo yang menjadi bintang Indonesia saat merebut medali perunggu di Asian Games Tokyo 1958.

Pada tahun 2020, lembaga survei konten analitik media sosial dan konsultan managemen bisnis  global yg berpusat di Budingen, Weitteraukreis Jerman, Result Sport, merilis hasil survei 50 klub dunia dengan jumlah pengikut tertinggi di media sosial. Persib Bandung yang selama ini langsung atau tidak direpresentasikan sebagai ikon Jawa Barat berada di peringkat 22.

Persib memiliki 17 juta pengikut di semua platform media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dsb) dengan viewers mencapai 3,3 juta perbulan. Ini bukan saja yg tertinggi di Indonesia, tapi juga di Asia. Persib bersanding dengan deretan klub-klub raksasa dunia seperti Barcelona, Real Madrid, Manchester United, Liverpool, dsb.

Hal ini jelas menggambarkan fakta, betapa tingginya militansi masyarakat sepakbola Jawa Barat.  Wajar jika para bobotoh kecewa melihat capaian tim sepakbola putra Jabar di PON XX Papua 2021. Tapi sepakbola memang sejatinya dimulai dari perhelatan yg berlatar amatir.

Bahkan, Lionel Messi saat berusia 21 tahun sudah memimpin rekan-rekannya merebut medali emas Olimpiade Beijing 2008. Bintang Brasil Neymar berbesar hati utk memperkuat negaranya demi merebut medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016.***

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar