Utang OB SMK Jadi Tersangka Pemberi Alkohol 96 Persen, Ini Penjelasannya

Rabu, 13 Oktober 2021 16:53 WIB

Share
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono dan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya menunjukkan Barang Bukti Alkohol, Rabu (13/10/2021). (foto:Kris)

TASIKMALAYA, POSKOTAJABAR.CO.ID

Kasus lima orang warga Cibangun Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya yang meninggal dunia setelah menenggak minuman keras (Miras) oplosan, Sabtu (2/10/2021) malam itu terungkap.

Dari hasil penyelidikan Satreskrim Polres Tasikmalaya terungkap dan menetapkan Utang (54) sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya para pemuda tersebut. Utang tak lain seorang Office Boy (OB) di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jakarta. 

Utang nekad mencuri 1 botol alkohol 96 persen yang digunakan untuk campuran Miras oplosan, lalu diracik oleh salah satu korban yang meninggal dunia yakni Erwin (30) dan beserta empat orang korban lainnya.  

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono mengatakan, setelah sepekan, Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap, kasus meninggalnya lima orang korban akibat miras oplosan di Kecamatan Cigalontang.  

Menurut Rimsyahtono, pelaku ini membawa alkohol 96 persen dari tempat dia bekerja dan pihaknya  telah berhasil menangkap orangnya yang berperan membawa alkohol di salah satu sekolah di Jakarta

Kata Rimsyahtono, alkohol tersebut diambil tanpa sepengetahuan pihak sekolah.

"Kemudian diberikan kepada temannya, untuk diracik menjadi bahan campuran Miras oplosan," ungkap Rimsyahtono, saat konferensi pers , di Makopolres Tasikmalaya, Jalan Raya Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (13/10/21).

Hal tersebut terungkap setelah salah seorang korban selamat dari pesta Miras oplosan. Menurut pengakuannya, para korbannya sebelum menenggak Miras terlebih dulu mengkonsumsi obat batuk jenis samcodin. dan mengakibatkan lima orang meninggal dunia.

Akibat perbuatannya pelaku di jerat pasal 204  ayat (1) KUHPidana tentang barang siapa yang menjual, menyerahkan, menawarkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler