Berlakukan Lagi PPKM Level 3, Tempat Wisata di Karawang Kembali Ditutup 

Kamis, 14 Oktober 2021 08:01 WIB

Share
Salah satu objek wisata di Karawang yang kini kembali tutup menyusul pemberlakuan PPKM Level 3. (foto:Ist)

KARAWANG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Sempat dibuka selama dua pekan lalu, kini seluruh tempat wisata di Karawang kembali ditutup. Alasannya, Kabupaten Karawang kembali ke pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Pengelola tempat wisata mengaku pasrah dan menutup tempat wisata.

"Karena Karawang masuk PPKM levek 3 maka tempat wisata harus kita tutup sesuai dengan aturan pemerintah. Penutupan itu otomatis berlaku sejak Karawang ditetapkan ke level 3. Memang ada keluhan dari para pengelola wisata, tapi mau bagaimana lagi itu sudah menjadi aturan pemerintah," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, Yudi Yudiawan, Rabu (13/10/2021).

Menurut Yudi, pihaknya sudah menyampaikan kepada para pengelola wisata agar menutup tempat wisata selama Karawang masih PPKM level 3. Namun akan kembali dibuka jika sudah kembali ke PPKM level 2.

"Padahal, kita baru membuka tempat wisata sekitar dua minggu lalu ketika Karawang sudah masuk PPKM level 2. Tapi kita juga kaget ketika diumumkan Karawang kembali ke level 3. Padahal kasus covid-19 sudah menurun tajam," katanya.

Sebelumnya, tempat wisata di Karawang dibuka dua pekan kebelakang. Meski sudah dibuka ada sejumlah persyaratan untuk dapat ke lokasi wisata tersebut, salah satunya telah divaksin. Sedangkan khusus anak dibawah usia 12 tahun belum diperbolehkan masuk. Kapasitas tempat wisata juga dibatasi 25 hingga 50 persen pengunjung saja.

"Waktu pertama dibuka pengunjung banyak berdatangan ke tempat wisata, mungkin karena sudah lama dirumah aja ya. Para pengelola wisata juga gembira menyambut pengunjung," katanya.

Menurut Yudi, saat Karawang masuk level 2, ada 10 tempat wisata di Karawang yang telah dibuka, diantaranya Pantai Pakis, Curug Cigentis, Green Canyon Karawang, Pantai Tengkolak. Jumlah pengunjung yang datang mencapai 42 persen dari kapasitas.

"Tapi sekarang harus kita tutup lagi menunggu arahan pemerintah," katanya. (asl)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler