Cegah Atlet Pindah Daerah, Ini Target  Kadeudeuh PON XX dan Peparnas XVI Papua Cair

Senin, 25 Oktober 2021 20:06 WIB

Share
Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana di acara "Bandung Seuhaahh, Parade Batagor, Seblak, dan Kuliner Kota Bandung" di Balai Kota Bandung, Minggu 24 Oktober 2021. (foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Pemkot Bandung akan memberikan bonus atau kadeudeuh kepada atlet yang membawa pulang medali PON XX Papua 2021. Namun, bonus baru bisa dicairkan tahun 2022. Bersamaan dengan atlet berprestasi di Peparnas.

Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana mengatakan, kadedeuh tersebut akan diberikan tahun 2022. Sekaligus kadedeuh untuk atlet yang berprestasi Peparnas Papua Bulan November mendatang.

"Biasa, waktu Porda juga lintas tahun, karena begini biasanya PON dan ada Peparnas buat disabilitasnya, teman-teman ngitung dulu, tidak terprediksi," katanya di Balai Kota Bandung, Senin, 25 Oktober 2021.

"Saya yakin ada, namanya kadedeuh, yakin ada lah," tambah Yana.

Disinggung, kenapa tidak dialokasi pada tahun anggaran yang sama sesuai waktu pelaksanaannya, Yana jelaskan, dianggarkan namun persiapannya karena untuk yang medali tidak terprediksi anggarannya.

"Harus begini, kalau untuk persimpangan teranggarkan karena hibah KONI terukur, cabor ini yang ikut. Cuman yang mendapatkan mendali, besaran itu menentukan itu, juga kan nanti ada Peparnas," tuturnya.

Atlet Kota Bandung yang berlaga di PON XX Papua 2021 berhasil menyumbang 107 medali. Di antaranya 34 emas 38 perak dan 35 perunggu.

"Total 107, 30 persen dari peraihan medali di Jabar. Banyak, karena kita juga menyumbang atlet yang banyak," ujarnya.

Yana menegaskan, kadedeuh pasti akan diberikan. Pihaknya berharap, jangan sampai ada atlet yang pindah daerah.

"Sebaiknya jangan. Saya sudah ngobrol dengan Ketua KONI, insyaallah enggak mungkin Pemerintah Kota Bandung enggak kasih apresiasi, kadedeuh ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna menjelaskan, berdasarkan aturan dan norma yang berlaku, bonus tersebut tidak hadir pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2021.

Sebab, jelas Ema, pada saat itu terjadi penundaan pelaksanaan PON yang seharusnya berlangsung di 2020. Begitupun pada 2021 sempat belum ada kepastian karena terkendala pandemi Covid-19.

"Tidak terakomodasi di dalam APBD Perubahan 2021, sudah final. Tetapi tentu bisa diakomodir di APBD tahun berikutnya," tuturnya, Sabtu 23 Oktober 2021.

Ema menegaskan, Pemkot Bandung selalu berkomitmen memberi apresiasi dan menghargai warganya yang telah mengharumkan nama Kota Bandung, termasuk para atlet PONXX Papua 2021.

"Karena bagaimanapun juga rasa hormat kepada warga itu sebuah keharusan. Kalaupun sekarang ada kekhilafan, kami dari Pemkot meminta maaf," tuturnya.

"Kami sampaikan komitmen pimpinan tidak berubah. Tapi dengan catatan tidak boleh sedikitpun ada ruang yang menimbulkan aspek hukum," pungkasnya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler