Di  Kota Cimahi Masih Ada Warga yang Mengidap HIV/AIDS, Inilah Jumlahnya

Sabtu, 30 Oktober 2021 07:07 WIB

Share
Plt Walikota Cimahi, Ngatiyana saat menghadiri Rapat Koordinasi Bidang Sosial. (foto:Ist)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID

Plt Walikota Cimahi, Ngatiyana mengungkapkan, di Kota Cimahi masih ada 20 orang yang mengidap HIV/AIDS, tapi itu sudah menurun dari tahun sebelumnya.

"Mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi. Memang HIV/AIDS virus ini belum ada obatnya makanya kita datangkan narasumber baik dari RS bungsu, juga dari PKBI Provinsi Jawa Barat untuk menyampaikan kondisi HIV/AIDS di Kota Cimahi khususnya dan Provinsi Jawa Barat," tutur Ngatiyana ketika menghadiri rapat koordinasi bidang sosial,  di Aula Kecamatan Cimahi Utara.

Rapat Koordinasi itu  dalam upaya  mensinergikan dan meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan Program Penanganan HIV AIDS di Kota Cimahi, Rakor tersebut dihadiri oleh sekitar 50 undangan yang terdiri dari unsur perangkat daerah, unsur TP PKK Kota dan Kecamatan, unsur MUI Kota Cimahi, Unsur Polres Cimahi, Unsur akademisi, Unsur swasta (bisnis), unsur komunitas, unsur media dan kader warga peduli AIDS se Kota Cimahi.

Lebih lanjut Ngatiyana berharap , semoga rapat koordinasi ini bisa membawa hasil untuk keselamatan bahkan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Cimahi.

"Kepada masyarakat diharapkan untuk tidak mengucilkan mereka yang mengidap penyakit HIV/AIDS” harapnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Cimahi Maria Fitriana dalam laporannya selaku penyelenggara mengungkapkan, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Cimahi tidak dapat berjalan jika hanya mengandalkan KPAD atau Dinas Kesehatan saja melainkan diperlukan Kolaborasi antar pemangku kepentingan (Pentahelix) melalui implementasi pendekatan ABCGM (Akademisi, Business, Community, Gevernment dan Media).

Untuk itu di dalam rakor ini juga dilakukan penandatanganan dan deklarasi bersama pentahelix yakni perwakilan unsur ABCGM (Academic, Business, Community, Government dan Media) mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS, 

“Kami berharap setelah rakor, semua stake holders dapat mengerti, memahami, dan melaksanakan program penanggulangan HIV/AIDS sesuai dengan perannya masing-masing secara terkoordinasi dan saling bersinergi,” ungkapnya.  (Bagdja).

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler