Waspada !  Penyakit DBD di Kota Cimahi Makin Meningkat, Inilah Jumlah Warga yang Terserang

Sabtu, 30 Oktober 2021 14:09 WIB

Share
Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Penularan pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi Romi Abdurrahman. Tren kasus DBD di Kota Cimahi sendiri mengalami kenaikan. (foto:Ist)

,CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID

Dalam pergantian musim dari kemarau ke musim penghujan, bagi masyarakat Kota Cimahi harus ektra hati-hati adanya penyebaran penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD).

Hal itu diimbau Dinas Kesehatan Kota Cimahi, karena saat ini adalah musim pancaroba. Karena dengan musim penghujan cukup tinggi ini, eksistensi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti biasanya akan lebih meningkatkan. Dimana sumber virus dangue itu biasanya berkembang pada kubangan air.

Berdasarkan laporan yang diterima pihak Dinkes Kota Cimahi dari Puskesmas, bahwa tren kasus DBD di Kota Cimahi sendiri mengalami kenaikan, Tercatat hingga Oktober 2021,  jumlah kasus DBB sudah mencapai 154 orang. Sekitar 10 orang di antaranya meninggal dunia.

"Di Kota Cimahi sedikit mengalami kenaikan kasus dibandingkan bulan sebelumnya. Selama Oktober itu ada 36 kasus," terang Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Penularan Romi Abdurrahman melalui staffnya Eka Febriana Sabtu (30/10/2021).

Eka mengungkapkan, dari 10 kasus meninggal akibat DBD, kebanyakan didominasi usia anak-anak. Salah satu faktor penyebabnya adalah terlambat dibawa ke rumah sakit dengan alasan takut malah terkena Covid-19.

"Orang tua ragu membawa anaknya karena takut Covid. jadi dibawa ke rumah sakit setelah gejalanya memburuk, padahal ternyata DBD. Ada juga yang punya penyakit penyerta," ungkapnya.

Dengan meningkatnya tren DBB ditengah curah hujan yang meningkat, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada. Apalagi, Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya. 

Pencegahan, kata Eka, bisa dilakukan oleh masyarakat dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing. Masyarakat bisa melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yang bertugas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.

Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler