Delapan Trayek Damri di Bandung Stop Beroperasi per 28 Oktober, Dishub Lakukan Langkah Ini 

Kamis, 4 November 2021 06:10 WIB

Share
Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Angkutan Dishub Kota Bandung, Yudhiyana . (foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Dishub Kota Bandung menambah enam unit armada di tiga koridor angkutan Trans Metro Bandung (TMB). Penambahan unit ini guna menjaga layanan transportasi di Kota Bandung pascaberhentinya sebagian rute bus Damri.

Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Angkutan Dishub Kota Bandung, Yudhiyana menuturkan, penambahan unit bus TMB tersebut yakni untuk rute Cibiru-Cibeureum, Cicaheum-Cibeureum dan Cicaheum-Sarijadi. Masing-masing koridor ditambah dua unit armada.

Saat ini, Dishub memiliki lima koridor bus TMB. Masing-masing koridor beroperasi delapan unit armada.

"Kita memberikan solusi sementara. Kita meluncurkan beberapa armada tambahan di beberapa rute TMB. Namun akan kita evaluasi terus terkait tambahan armada tersebut," katanya di Balai Kota Bandung.


Penambahan unit TMB ini memang ditempatkan di koridor yang sebelumnya beririsan dengan rute bus Damri. Sehingga untuk koridor Antapani-Leuwipanjang dan Antapani-St. Hall tidak ditambah.

Yudhiana menuturkan, hasil pengamatan di lapangan, berhentinya sebagian besar rute bus Damri tak membuat ledakan penumpang di TMB. Hanya ada peningkatan jumlah penumpang sebesar 15 persen.

"Peningkatan tidak signifikan karena mungkin larinya juga tidak ke TMB semua. Ada moda angkutan lainnya seperti angkot, maupun memakai angkutan pribadi dan ojeg online," ujarnya.

Kendati demikian, Yudhiana tetap merancang sejumlah strategi agar pelayanan transportasi di Kota Bandung tak terganggu lantaran sejumlah rute bus Damri berhenti beroperasi. Di antaranya dengan menyesuaikan ritase TMB.

"Artinya mengatur pola keberangkatan di waktu sibuk dan tidak sibuk. Frekuensi layanan yang biasanya TMB dan Damri koordinasi dan bersinergi mengatur keberangkatan. Sehingga pengaturan frekuensi tersebut tidak mengganggu layanan," terangnya.

Masih menurut Yudhiana, kondisi penurunan penumpang sebetulnya tidak hanya dialami oleh Damri. Saat pandemi Covid-19 juga turut mempengaruhi moda transportasi umum lainnya.

Yudhiana menyebutkan, hingga Oktober kemarin pendapatan TMB sepanjang 2021 masih belum mencapai angka Rp2 miliar. Padahal, tepat sebelum pandemi melanda pada 2019 silam menjadi raihan pendapatan tertinggi TMB yang bisa menyentuh angka Rp5,6 miliar dalam satu tahun.

"Target cukup jauh dan bisa kita lihat karena faktor penumpang itu sangat kecil. Bukan hanya TMB, Damri ataupun angkot (angkutan kota) juga itu mengalami penurunan penumpang. Itu lebih dari 50-60 persen," ungkapnya.


Sebagaimana diketahui, delapan trayek bus kota Damri Kota Bandung diberhentikan sementara, mulai Kamis 28 Oktober 2021. Tapi tidak ada kejelasan sampai kapan. Info telah tersebar di berbagai media sosial dalam bentuk foto pengumuman yang diberi stempel basah oleh pihak managemen.

Corporate Secretary Perum Damri Sidik Poernomo membenarkan mengenai informasi tersebut. "Untuk (bus kota) Damri cabang Bandung per tanggal 28 Oktober 2021 kami hentikan sementara kegiatan operasional untuk ke delapan rute," ujarnya.

Poernomo juga menjelaskan, info mengenai pemberhentian sementara layanan bus kota Damri pun telah diunggah pada akun Instagram resmi @damriindonesia, Kamis (28/10/2021). Sama seperti yang disampaikan sebelumnya, hanya sebagian trayek yang dinonaktifkan.(Aris)

Berikut trayek yang tidak beroperasi untuk sementara waktu.
Cicaheum - Cibeureum
Ledeng - Leuwipanjang
Dipatiukur - Leuwipanjang
Elang - Jatinangor via Cibiru
Dipatiukur - Jatinangor
Kebon Kelapa - TJ Sari
Cicaheum - Leuwipanjang
Alun-alun Bandung - Ciburuy

Damri tetap melayani bus kota, untuk trayek berikut ini.
Jatinangor - Elang via tol
Cibiru - Kebon Kelapa
Alun-alun - Kota Baru Parahyangan


 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler