Lalai Prokes dan Kurang Terkendalinya Mobilitas Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Selasa, 9 November 2021 22:10 WIB

Share
Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito. (foto:Ist)

JAKARTA, POSKOTAJABAR.CO.ID

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan, belajar dari pengalaman libur panjang selama 2 tahun terakhir. Terlihat bahwa kelalaian protokol kesehatan (Prokes) atau kurang terkendalinya mobilitas dapat memicu lonjakan kasus Covid-19. 

"Untuk itu perlu pemerintah sampaikan agar masyarakat bersiap-siap sejak dini menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)," tandas Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya, Selasa (9/11/2021).

Wiku mengatakan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat menjalankan kegiatannya. Namun yang terpenting adalah kata hati-hati yang didalamnya menjalankan kegiatan yang baik dan terkendali adalah cerminan nyata. Bagaimana seorang warga negara memanfaatkan haknya secara bertanggung jawab.

Untuk itu, lanjut Wiku, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh kita bersama untuk mencegah lonjakan kasus di awal Tahun 2022.

Pertama,  menjalankan protokol kesehatan 3M secara komprehensif dan artinya tidak terpisah-pisah menjalankan 3 poin protocol kesehatan yaitu memakai masker menjaga jarak dan mencuci tangan 

Ketiganya harus terintegrasi mengingat 1 dan upaya lainnya saling mengisi cegah penularan Covid-19. Selain itu yang terpenting adalah protokol kesehatan harus diterapkan di manapun dan kapanpun dalam rangkaian kegiatan  

Kedua, lanjut Wiku, menyegerakan vaksinasi Covid 19.  Ini merupakan tanggung jawab kita melindungi yang rentan dengan segara divaksin. Orang-orang yang tidak bisa divaksin misalnya untuk saat ini anak kurang dari 12 tahun ataupun orang dengan komplikasi kegiatan tertentu dapat terlindungi karena menjamin lingkaran interaksi mereka dengan orang yang peluang tertularnya lebih rendah

Ketiga, kata Wiku,  inisiatif melakukan testing atau pengobatan Covid-19.  "Jika merasakan gejala mirip Covid-19,  harap masyarakat segera melakukan testing Covid-19 di Fasilitas Kesehatan terdekat,"katanya/ 

Hal itu, jelas Wiku bertujuan untuk mencegah penularan karena terdetekasi lebih cepat dan meningkatkan angka kesembuhan karena ditindaklanjuti lebih cepat pula. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler