Penyelenggara Tempat Wisata Harus Bentuk Satgas Protokol Kesehatan, Inilah Tujuannya

Kamis, 11 November 2021 22:22 WIB

Share
Satpol PP Karawang bersama aparat kepolisian menggelar operasi non yustisi di Jalan Jaksa Agus R Suprapto, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat. dalam upaya penegakan Protokol Kesehatan.(foto:isl)

JAKARTA, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Mengingat pada periode liburan tempat tujuan wisata dan fasilitas publik biasanya mengalami peningkatan jumlah pengunjung, maka diharapkan seluruh penyelenggara  membentuk Satgas protokol kesehatan (Prokes) di tempat fasilitas masing-masing. 

"Satgas itu bakal mengawasi aktifitas pengunjung selama masa liburan dan menegakkan protokol kesehatan pengunjung," kata Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dalam siaran live BNPB, Kamis (11/11/2021)
 
Menurutnya, seluruh fasilitas umum juga diwajibkan untuk menjadikan pedulilindungi sebagai prasyarat untuk masuk ke areanya. 

"Apabila ada pengunjung yang menolak untuk menggunakan aplikasi tersebut,  petugas wajib untuk menolak pengunjung masuk ke dalam areanya. Pengunjung juga diharapkan untuk proaktif mengawasi penggunaan aplikasi pedulilindungi di area yang dikunjunginya," jelas Wiku. 

Selain itu, menurut Wiku, masyarakat juga harus mengambil peran aktif dalam mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. 

Wiku mengatakan, setiap langkah kecil sederhana memakai masker saja akan sangat signifikan hasilnya. 

"Saya mengajak masing-masing individu untuk menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya dalam menegakkan protokol kesehatan. Sehingga mempercepat terciptanya kepatuhan kolektif yang kita cita-citakan selama ini," kata Wiku. 

Wiku berharap kita semua menghindari sikap antipati terhadap kebijakan dan menyadari bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah merupakan bentuk perlindungan bagi masyarakat. 

"Meskipun liburan panjang akan menjadi tantangan besar bagi Indonesia, Satgas tetap optimis bangsa ini dapat melaluinya apabila kita semua bersikap bijaksana dan disiplin dalam menjalankan peran kita masing-masing," tandas Wiku Adisasmito.

Berkaca dari pengalaman Indonesia belum pernah berhasil melewati periode tersebut tanpa kenaikan kasus Covid-19. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler