Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti Tutup Dua Hari, Inilah Dampaknya

Kamis, 11 November 2021 17:17 WIB

Share
Kabid Kebersihan DLHK Kota Bandung, Sopyan Hernadi . (foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung mengakui, di beberapa titik masih tersisa tumpukan sampah yang belum terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti.

Kabid Kebersihan DLHK Kota Bandung, Sopyan Hernadi mengatakan,   penumpukan sampah yang terjadi di Kota Bandung adalah akibat tutup TPA Sarimukti selama dua hari.

TPA Sarimukti tutup gegara kehabisan BBM. Walau hanya dua hari Jumat 5 November dan Sabtu 6 November 2021, tetapi persoalan yang ditimbulkan besar.

Bandung lautan sampah tidak, tapi terancam tumpukan sampah," katanya di acara Bandung Menjawab, Kamis, 11 November 2021.

Sopyan menjelaskan di Kota Bandung, rata-rata pengangkatan sampah per hari 253 rit atau setara 1.309 ton, kalau dua hari tidak jalan sampah yang gagal diangkut 506 rit atau 2.518 ton.

"Itulah kenapa sekarang masih tersisa tumpukan sampah di beberapa titik," katanya.

Harapannya, kasus ini seharusnya bisa jadi momentum. "Kalau kita tergantung ke TPA, jangankan mingguan, dua hari saja jadi problem," ungkapnya.

Solusinya, mendorong gerakan Kang Pisman. Gerakan itu sudah baik, dan harus terus gunakan.

"Berkat gerakan kang Pisman. Sudah ada beberapa RW yang minta pengangkutan sampah dihentikan. Sampah di RW itu sudah tidak jadi masalah, karena sudah bisa dikelola," paparnya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler