Prahara Cimahi Sejarah yang Terkubur Lama , Ini Penjelasannya

Jumat, 12 November 2021 07:35 WIB

Share
Prahara Cimahi Sejarah yang Terkubur Lama , Ini Penjelasannya
Peluncuran buku Prahara Cimahi dimeriahkan penampilan Sendratari yang mengambil tema dari buku tersebut. (Foto:Ist)

.CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID

Bersamaan dengan kegiatan Festival Heritage Kota Cimahi, Rabu 10 November 2021, sebuah buku Prahara Cimahi diluncukan dan dilanjutkan dengan pertunjukan Sendratari yang terinspirasi dari peristiwa sejarah yang tertoreh dalam buku tersebut.

Yang jadi sejarah sampai saat ini yaitu Bangunan tua seperti Rumah Sakit Dustira, Gedung The Historich, Gereja St Ignatius dan banyak lagi, termasuk kerkhof (pemakaman) Belanda - Ereveld Leuwigajah, murupakan bukti nyata adanya. Bangunan cagar budaya yang terpusat dikawasan militer itu masih bisa dilihat dan ditelusuri asal-usulnya sebagai bagian dari perkembangan budaya dan sejarah Kota Cimahi.

Dewan kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) berusaha melakukan inventarisasi, pemeliharaan, dan mempublikasikan budaya juga sejarah Kota Cimahi.  DKKC-pun menggali nilai budaya dan sumber sejarah yang beredar di masyarakat, baik berupa cerita lisan, tulisan, maupun peninggalan yang masih otentik bisa dilihat secara langsung.

Sebagai langkah nyata menjunjung sekaligus mempublikasikan budaya dan sejarah, pada kesempatan ini DKKC bersama Komunitas Tjimahi Heritege dan didukung pemerintah Kota Cimahi diataranya menerbitkan buku sejarah perjuangan Masyarakat Kota Cimahi dan sekitarnya pasca proklamasi kemerdekaan RI yang digemakan 17 Agustus 1945.

Buku yang disusun seorang pejuang Cimahi, S.M. Arief berjudul Prahara Cimahi adalah bukti sejarah perlawanan terhadap Kolonial Belanda yang kembali ingin menguasai Kota-Kota di Indonesia termasuk Cimahi pasca pendudukan dan pelucutan senjata dari tangan Jepang.

Buku Prahara Cimahi bukan sekadar catatan biasa tentang perjuangan perang kemerdekaan, tapi menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Kota Cimahi dan Indonesia yang lama terkubur dan patut diketahui oleh masyarakat dunia. 

Ketua DKKC, Hermana HMT menuturkan, pada hari ini kita melakukan launching buku 'Prahara Kota Cimahi' ini adalah buku tentang perjuangan Kota Cimahi tahun 1945-1946, dimana Prahara Cimahi ini adalah kisah perjuangan para pahlawan atau para pejuang masyarakat Kota Cimahi memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Kota Cimahi.

Sehingga ini pertempuran habis habisan dari pasukan Padaeng, Hisbullah, Usman Dahurid dan pasukan pasukan lainnya ini, berjibaku dalam waktu 2 tahun, sejak 1945 sd 1946, sehingga diakhirinya saat itu masyarakat Cimahi harus meninggalkan Kotanya, mereka harus pergi, harus meninggalkan Kota karena tidak kuat melawan sekutu yang begitu besar, senjatanya begitu banyak, Cimahi ikut andil dalam peristiwa Bandung Lautan Api” bebernya.

Begitu pula Asisten Pemerintahan Kota Cimahi Maria Fitriana, yang ikut hadir dalam acara tersebut, “Ini adalah acara yang luar biasa, ada launching buku terkait dengan prahara Kota Cimahi, dimana isi dalam buku ini adalah menceritakan sejarah perjuangan dari para pahlawan, khususnya perang di Kota Cimahi pada saat itu. Jadi bagaimana para pahlawan ini berjuang mempertahankan Kota Cimahi untuk tidak diduduki oleh penjajah pada saat itu, dan ini luar biasa tadi juga ada sendratari yang merupakan gabungan dari sanggar sanggar yang ada di Kota Cimahi yang menggambarkan tentang prahara Cimahi dan layak ditampilkan dan luar biasa," ucapnya bangga. (Bagdja)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar