PWI Kota Cimahi Tolak Studi Komparatif, Ini Alasannya

Sabtu, 13 November 2021 09:17 WIB

Share
Rapat pengurus dan anggota PWI Kota Cimahi memutuskan menolak keberangkatan Studi Komperatif DPRD Kota Cimahi ke Pangandaran tanggal 17-24 November 2021. (foto: Bagdja)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi setiap tahun selalu mengadakan Studi Komparatif untuk para wartawan di Kota Cimahi yang awalnya 5 Tahun lalu diprakarsai oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cimahi, saat itu Ketua DPRD Kota Cimahi Achmad Gunawan, SH.

Perjalanan studi Komperatif berjalan sebagaimana biasanya, Bali, Batam, dan terakhir ke Jogyakarta. Kali ini DPRD Kota Cimahi menggelar kembali studi Komparatif ke Pangandaran 17-24 November 2021, dengan quota 40 orang.

Akhirnya PWI Kota Cimahi menggelar rapat kerja pada hari Selasa  9 November 2021, yang diikuti oleh 30 orang anggota dan pengurus dikantor Sekretariat PWI Jalan Pesantren TTUC nomor 8 A Cimahi Utara.

Dari hasil rapat kerja PWI Cimahi, tersebut secara garis besar dan tegas, semua menolak Studi Komperatif tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua PWI Kota Cimahi Laurent Lebuan, menurut Laurent, karena tujuan awal diadakan studi banding dibeberapa kabupaten kota di Indonesia, Jum'at (12/11/2021)

"Biar wartawan dapat menambah pengetahuan dan wawasan termasuk juga melihat dari dekat potensi pembangunan sebuah daerah yang dianggap sudah lebih maju," terangnya.

Sehingga studi Komparatif yang dilakukan oleh wartawan dan kehumasan DPRD kota Cimahi sudah masuk menjadi prioritas dan contoh bagi daerah lain.
             
Tapi tahun ini, kata Laurent kembali, PWI Perwakilan Kota Cimahi melakukan protes melalui surat kepada pimpinan DPRD termasuk juga tembusannya kepada Plt Walikota Cimahi, Ngatiyana dan Sekretaris Daerah Dikdik Suratno Nugrahawan, 

"Pasalnya studi komparatif yang digagas  awal bersama anggota PWI sudah jauh melenceng dari ketentuan dan komitmen yang sudah disepakati 5 tahun silam," ujar Laurent menyesalkan.

Dengan adanya pelaksanaan studi Komparatif ke Pangandaran yang akan berangkat 17 November kloter pertama dan tanggal 24 November kloter dua, dinilai oleh Laurent, hanya terkesan rekreasi dan sekedar ikut menghabiskan anggaran akhir tahun. 

"Kondisi pemulihan wabah Covid 19 menjadi alasan Humas DPRD untuk memilih tempat pangandaran ini sudah tidak masuk akal jika dibandingkan tahun lalu masih bisa ke Jogyakarta," jelasnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler