Tekan Potensi Terjadinya Banjir, Pemprov Jabar Lakukan Upaya Ini

Sabtu, 13 November 2021 08:57 WIB

Share
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jabar, Dikky Achmad Sidik. (foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Penanganan banjir yang terintegrasi dan melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, sampai masyarakat, dapat meminimalkan potensi sekaligus dampak banjir di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jabar, Dikky Achmad Sidik mengatakan, untuk menekan potensi terjadi banjir, Pemprov Jabar dan pemerintah pusat melakukan sejumlah upaya pengendalian.

Pertama, mengidentifikasi titik-titik rawan banjir. Selain itu, pemerintah pusat juga membangun beberapa infrastruktur pengendali banjir.

"Untuk Citarum, kita bisa lihat sendiri, sudah banyak yang dilakukan, mulai dari Terowongan Nanjung, kemudian Floodway Cisangkuy, kemudian juga ada pembangunan Kolam Retensi yang sedang dikerjakan," katanya di Gedung Sate, Jumat 12 November 2021.


Dikky menuturkan, infrastruktur banjir tidak hanya dibangun di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Citarum, tetapi  juga Wilayah Sungai lainnya seperti Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane.

Contohnya, pemerintah pusat melakukan upaya menuntaskan pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi.

Selain itu, pemerintah pusat juga membangun Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis untuk peningkatan volume tampungan air sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terjaga dan pengendalian banjir.


"Dari semua kegiatan tersebut, yang paling utama adalah kita berkolaborasi untuk pengendalian banjir ini. Karena kalau kita lihat berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh BBWS maupun kita. Tentunya, kegiatan ini membutuhkan biaya yang sangat besar dan waktu yang cukup panjang," ucapnya.

"Padahal kalau kita bisa bersinergi dengan masyarakat semua, dengan pentaheliks, salah satunya adalah bagaimana kita bisa menampung air hujan yang turun di kita itu tidak segera lari ke drainase atau ke sungai. Dengan sumur resapan, debit air bisa berkurang cukup banyak," pungkasnya. (Aris)

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler