Tindak Lanjut MoU Penanganan Banjir Cimahi dan Kota Bandung, Ini yang Dilakukan

Kamis, 18 November 2021 05:49 WIB

Share
Plt Walikota CImahi Ngatiyana dan Walikota Bandung Oded M Danial bekerjasama membangun kolam retensi atau embung untuk menangani banjir Cimahi Kota Bandung. (foto:Bagdja)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Memasuki musim penghujan Pemerintah Kota Cimahi terus berupaya untuk mengantisipasi musibah banjir. 'Macul Perdana' atau Ground Breaking Pembangunan Kolam Retensi Pasir Kaliki secara alami dilakukan Pemerintah Kota Cimahi dilahan Kolam Retensi RW12 Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara. Rabu (17/11/2021).

Dalam acara tersebut turut hadir Walikota Bandung, Oded M Danial, Kepala Dinas Sumberdaya Air Provinsi Jawa Barat, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Ketua Harian Satgas PPK DAS Citarum, serta Sektor 21 dan 22 Satgas Citarum Harum.

Seperti yang diungkapkan oleh Plt Walikota CImahi Ngatiyana,
menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Kerjasama (MoU) Pemerintah Kota Cimahi dan Pemerintah Kota Bandung pada tanggal 4 Oktober 2021 lalu terkait banjir di daerah perbatasan Kota Bandung dan Cimahi.

“Alhamdulillah pada hari ini kita melakukan 'macul perdana' Kolam Retensi atau Embung Pasirkaliki,”  

Disambung kembali oleh Ngatiyana, bahwa kegiatan pembangunan embung ini direalisasikan dan bahkan diberikan bantuan, alat berat seperti Beco dari Kota Bandung, untuk pembangunan Embung ini, dan hal Ini tentunya merupakan bentuk keseriusan baik dari Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kota Cimahi dalam pembangunan irisan perbatasan dalam mengatasi banjir di daerah perbatasan Kota Cimahi.

Berdasarkan Studi kelayakanpun, pembangunan Kolam Retensi Pasirkaliki ini telah dilakukan sejak tahun 2014 yang lalu, kemudian pembebasan lahan dilakukan pada tahun 2019 dan 2020 seluas 9.190 (sembilan ribu seratus sebilan puluh) meter persegi dengan biaya mencapai Rp. 33.000.000.000 (tiga puluh tiga milyar rupiah).

Sementara perencanaan detailnya telah dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pada tahun 2020. 
    
Pemerintah Kota Cimahi sendiri telah mengajukan usulan pembangunannya kepada BBWS Citarum dan baru masuk rencana kerja BBWS di tahun 2023, 

“Karena pembangunan konstruksinya masih harus menunggu dua tahun lagi maka atas dasar kebutuhan penanganan dan penanggulangan bencana yang segera perlu dilakukan percepatan dengan memanfaatkan semua potensi yang ada, baik di Kota Cimahi maupun di Kota Bandung, walaupun sifatnya hanya sementara, mudah-mudahan pembangunan kolam retensi secara alamiah ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Kota Cimahi dan Kota Bandung,” kata Ngatiyana.

Pembangunan kolam retensi ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Kota Cimahi dan sekitarnya. Ngatiyana menjelaskan bahwa terdapat sekitar 19 titik banjir dengan luasan mencapai 42 hektar, akibat meluapnya air sungai melebihi palung sungai yang melewati Kota Cimahi,

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler