Perhatikan Nasib Anak Nakes Korban Pandemi Corona, Begini Penjelasannya

Minggu, 21 November 2021 20:00 WIB

Share
Anggota Presidium Aliansi Nano, Ari Mulia Subagdja. (foto:Ist)

,BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Aliansi Nano bukan tidak setuju pembangunan monumen Covid-19, lebih oke bila bentuk perhatiannya ditujukan kepada anak yang orangtuanya meninggal karena berjuang di garda depan melawan pandemi.

Hal itu disampaikan anggota Presidium Aliansi Nano, Ari Mulia Subagdja saat memberikan paparan dalam diskusi publik bertajuk Polemik Monumen Covid-19 dengan Forum Jurnalis Jabar (FJJ).

"Saya kira, yang menjadi latar belakang kami membuat suatu pernyataan petisi menolak keberadaan pembangunan monumen korban Covid, bukan kami tidak setuju masalah pembangunan monumennya," katanya.

Ditegaskan Ari, bila mau bangun monumen, silahkan dibangun di tempat lain, tidak bertumpuk di areal monumen perjuangan (Monju) rakyat Jawa Barat.

Yang lebih disetujui Aliansi Nano, bila pembangunan monumen Covid-19 adalah wujud perhatian pemerintah daerah kepada tenaga kerja kesehatan korban virus corona sebaiknya dilakukan dalam bentuk lain.

Maksudnya, Aliansi Nano lebih setuju, pemerintah daerah memikirkan nasib anak-anak dari korban tenaga kesehatan tersebut.

Mulai, bagaimana penghidupannya, bagaimana sekolahnya, bagaimana kesehatannya, bagaimana tempat tinggalnya.

"Itu yang lebih penting, saya kira. Bagi ahli waris keluarga yang ditinggalkan. Jadi tidak hanya dalam bentuk yang bisa dilihat saja. Tetapi lebih menyentuh, lebih bermanfaat bagi keluarga korban Covid-19," ungkapnya.

Bila itu sudah dilakukan, dan pemerintah daerah merasa perlu membangun tugu atau monumen bagi mereka sebaiknya pembangunannya tidak dilakukan di areal monumen perjuangan (monju).

"Kalau boleh saya usul. Bikinlah monumen Covid-19 itu di makam Cikadut. Kan ditempat itu mereka dimakamkan. Dari pada di depan Gasibu," pintanya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler