UMP Jabar 2022 Rp 1,8 Juta Naik Rp 31 Ribu, Buruh Menolak dan Siap Lakukan Ini

Minggu, 21 November 2021 11:11 WIB

Share
Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja dalam sebuah jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu 20 November 2021. (Aris)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI), Roy Jinto tolak Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat (Jabar) 2022. 

"Yang pasti kita menolak penetapan upah minimum tahun 2022 berdasarkan PP 36 Tahun 2021 , dan kita akan melakukan aksi penolakan tanggal 25, 29 dan 30 November, ini," katanya via whatsapp kepada poskotajabar.co.id, Sabtu 20 November 2021.

Alasannya, PP 36/2021 ini merupakan aturan turunan UU Cipta Kerja yang sedang diuji. "Untuk itu pemerintah harus menghormati proses hukum di MK dengan menunda pelaksanaan UU Cipta Kerja," ujarnya.

Roy mengaku, mogok akan dilakukan sebelum penetapan upah minimum 2022. 

Ada dua tuntutan yang akan disampaikan buruh. 

Pertama, MK batalkaan UU Cipta Kerja. Kedua, tetapkan upah minimum tahun 2022 naik sebesar 10 persen. 

"Mogok nasional dan mogok daerah terpaksa kaum buruh lakukan karena pemerintah memaksakan kehendak untuk mendegradasi hak-hak kaum buruh," ucap dia.

UMP Jabar Naik Rp31 Ribu

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan upah minimum provinsi (UMP) Jawa Barat (Jabar) 2022 sebesar Rp1.841.487,31. 

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler