Rumah Sakit di Karawang Diminta Persiapkan Kemungkinan Gelombang Ketiga Covid-19

Selasa, 23 November 2021 07:25 WIB

Share
Fitra Hergyana saat memberikan keterangab ke awak media terkait antisipasi gelombang ketiga Covid-19.(foto:Ist)

KARAWANG, POSKOTA.CO.ID,
Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang meminta seluruh rumah sakit mempersiapkan kemungkinan gelombang ketiga.
Persiapan itu mulai dari tenaga kesehatan, hingga fasilitas kamar tidur pasien Covid-19.

"Kita sudah koordinasi dengan seluruh rumah sakit terutama dengan RSUD Karawang karena jadi RS rujukan Covid-19. Kita meminta dipersiapkan jika terjadi gelomnang ketiga meskipun yang kami harapkan tidak ada," kata

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang, dr Fitra Hergyana, kemarin.

Fitra menuturkan kasus Covid-19 di Karawang, bahkan Indonesia memang cenderung menurun. Namun ia menegaskan tidak menutup kemungkinan kasus kembali naik jika masyarakat abai dalam penerapan protokol kesehatan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau handsantizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Karena adanya penurunan level PPKM, aktivitas masyarakat kembali tinggi. Jika ini tidak dibarengi dengan disiplin prokes, menjadi kekhawatiran adanya peningkatan kasus kembali. Apalagi jelang libur Natal dan Tahun Baru," beber dia.

Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang, lanjut Fitra, terus gencar melakukan operasi yustisi dan non yustisi. Bagiamanapun prokes tetap wajib diterapkan, walaupun masyarakat sudah divaksinasi.

"Kalau dilihat dari negara-negara lain kan tetap ada peningkatan. Sehingga kita siapkan dokter-dokter agar lebih siap termasuk tenaga kesehatan perawat," jelas dia.

Fitra menambahkan Bed Occupancy Rate (BOR) di Karawang yakni 2-3 persen, dari data Satgas hanya ada 2 pasien yang masih dirawat dan 4 pasien isolasi mandiri.
Adapun capaian vaksinasi di Karawang sudah mencapai 66 persen. Dan terus dilakukan percepatan agar segera tercipta herd immunity.

"Herd immunity kan tercipta jika 70 persen warganya divaksinasi, kita akan kejar itu. Bahkan target itu 100 persen di akhir tahun 2021," tandasnya.(asl)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler