Di Jabar, Setiap Tahun Tercatat 1.500 sampai 2.000 Laporan Kebencanaan, Penjelasannya Ini

Rabu, 24 November 2021 09:44 WIB

Share
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan pengarahan dalam apel siaga bencana di depan Gedung Sate, Selasa 23 November 2021.(Foto:Ist)


BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui di balik keindahan alam Jabar terkandung potensi bencana yang harus diwaspadai.

Emil, sapaan untuk Ridwan Kamil mengatakan hal tersebut di atas karena setiap tahun tercatat 1.500 sampai 2.000 laporan kebencanaan, khususnya banjir dan longsor.

"Banjir di wilayah utara dan longsor di Selatan," katanya saat memberikan pengarahan di apel siaga bencana di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 23 November 2021.

Mengingat, BMKG sudah memberikan peringatan bahwa prediksi musim hujan ekstrem di Jabar akan terjadi sampai Januari 2022.

Gubernur Jabar berharap, apel siaga 2021 yang digelar ini, memberikan semangat dan penguatan bagi para pasukan yang akan bertugas di lapangan.

"Sekarang penguatan semangat dari pasukan bahwa pasukan kebencanaan sangat siap," ucapnya.

Ada tujuh fokus utama yang ditekankan dalam apel siaga bencana tersebut. Yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pengujian peringatan dini, penyiapan pasokan kebutuhan dasar (logistik), penyuluhan pelatihan tanggap darurat, penyiapan lokasi, akurasi sistem data digital, dan penyiapan sarana.

Sejumlah peralatan baru bahkan sudah disiapkan di sejumlah titik rawan bencana. Kodam III/Siliwangi juga sudah menyiapkan dapur umum canggih yang bisa mengubah air kotor menjadi air siap minum.

"Dapur umum canggih dari Kodam sudah ada melengkapi peralatan lainnya dari institusi lain," katanya.(Aris)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler