Buruh Geruduk Gedung Sate Gegara UMP Dihitung Berdasarkan PP 36/2021

Jumat, 26 November 2021 07:15 WIB

Share
Pekerja dari berbagai organisasi buruh gerudug Gedung Sate Jalan Diponegoro, Kamis 25 November 2021. (foto:Aris)

Dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, para buruh juga membawa poster bernada ketidakpuasaan terhadap putusan kenaikan UMP. Adapun poster tersebut yakni 'Buruh Bisanya Cuma Demo. Matamu!', 'Upah Minimum Indonesia Sudah Terlalu Tinggi, What', dan lainnya. 

Sebelumnya Sabtu 20 November 2021, Roy yang dihubungi usai konpres UMP mengatakan siap demo karena Gubernur Jabar menentukan UMP berdasarkan turunan dari UU Cipta Kerja.

"Yang pasti kita menolak penetapan upah minimum tahun 2022 berdasarkan PP 36 Tahun 2021 , dan kita akan melakukan aksi penolakan tanggal 25, 29 dan 30 November, ini," katanya via whatsapp kepada poskotajabar.co.id, Sabtu 20 November 2021.

Alasannya, PP 36/2021 ini merupakan aturan turunan UU Cipta Kerja yang sedang diuji. "Untuk itu pemerintah harus menghormati proses hukum di MK dengan menunda pelaksanaan UU Cipta Kerja," ujarnya.

Roy mengaku, mogok akan dilakukan sebelum penetapan upah minimum 2022. Pertama, MK batalkaan UU Cipta Kerja. Kedua, tetapkan upah minimum tahun 2022 naik sebesar 10 persen. 

"Mogok nasional dan mogok daerah terpaksa kaum buruh lakukan karena pemerintah memaksakan kehendak untuk mendegradasi hak-hak kaum buruh," ucap dia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan upah minimum provinsi (UMP) Jawa Barat (Jabar) 2022 sebesar Rp1.841.487,31. 

UMP Jabar 2022 ini, hanya naik sebesar Rp31 ribu atau 1,72 persen. 

UMP Jabar 2022 ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/ Kep.717-Kesra/2021 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Barat Tahun 2022. (Aris)

Halaman
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler