Libur Semester Sekolah di Kota Cimahi Digeser, Begini Penjelasan Kadisdik

Rabu, 1 Desember 2021 07:50 WIB

Share
Libur Semester Sekolah di Kota Cimahi Digeser, Begini Penjelasan Kadisdik
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono menegaskan libur semester sekolah digeser. (foto:Bagdja)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Berdasarkan Intruksi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cimahi Harjono, libur semester sekolah di Kota Cimahi digeser untuk mencegah penularan Covid-19. Dinas Pendidikan Kota Cimahi tak ingin anak sekolah liburan keluar daerah saat Natal dan Tahun Baru, (Nataru)

Semula, libur semester akan diadkan usai pembagian rapor pada 23 Desember 2021. Namun rencananya akan ditunda hingga awal Januari mendatang sehingga libur sekolah tidak berbarengan dengan libur Natal dan Tahun Baru.

"Libur sekolah, pembagian rapot, dan masa ulangan dipundurkan yang semula rencana tanggal 23 Desember menjadi tanggal 6 Januari 2021," terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono pada Selasa (30/11/2021).

Dengan skema tersebut, kata dia, akhir Desember yang biasanya merupakan jadwal libur bagi anak sekolah akan tetap dilaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sementara libur semester akan digeser menjadi awal Januari 2021.

"Jadi Desember masih sekolah, dan kemungkinan ulangan akan diadakan pada masa libur Natal dan Tahun Baru," kata Harjono.

Namun, kata dia, kebijakan menggeser waktu libur semester itu dikecualikan bagi sekolah keagamaan yang memang akan merayakan Natal Tahun 2021.

Dirinya menjelaskan, kebijakan itu dibuat untuk mencegah anak agar tidak bepergian ke luar daerah saat Natal 2021 dan Tahun Baru  dan memininalisir mobilitas yang bisa memicu terjadinya penularan Covid-19.

Apalagi saat ini kasus Covid-19 ditemukan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tercatat ada 30 guru dan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka tersebar di 22 SD dan SMP di Kota Cimahi.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Cimahi juga melarang guru untuk peleserian dan study tour ke luar daerah. "Kalau untuk PNS khususnya guru sudah ada surat edaran untuk tidak ambil cuti. Kemudian kita juga minta orang tua jangan memaksakan bawa anaknya liburan," imbuh Harjono. (Bagdja)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar