HRS Dijatuhi Hukuman 8 Bulan Penjara Atas Kasus Kerumunan di Petamburan

Kamis, 27 Mei 2021 20:38 WIB

Share
Habib Rizieq Shihab dituntut 8 bulan penjara atas kasus kerumunan di Petamburan oleh PN Jaktim. (dw)

JAKARTA, POSKOTAJABAR.CO.ID 

Habib Rizieq Shihab (HRS) dinyatakan bersalah dan melanggar protokol kesehatan dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020.

Atas hal itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menyatakan menjatuhkan hukuman 8 bulan penjara atas pelanggaran yang dilakukan tersebut.

Menurut Ketua Majelis Hakim PN Jaktim, Suparman Nyompa, HRS terbukti bersalah atas kerumunan pada kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri keempatnya di Jalan KS Tubun, Kelurahan Petamburan.

Selain kepada HRS, vonis yang sama juga diberikan kepada kelima eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al Habsyi, dan Maman Suryadi yang juga dinyatakan bersalah melanggar pasal 93.

"Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara masing-masing selama delapan bulan. Menetapkan terdakwa agar tetap dalam tahanan," kata Suparman di PN Jaktim, Kamis (27/05/2021). 

Dengan putusan tersbut, maka, putusan Majelis Hakim ini‚Äč lebih rendah dari tuntutan JPU yang meminta HRS dihukum pidana 2 tahun penjara dan pidana tambahan dilarang aktif dalam kegiatan Ormas selama 3 tahun.

Putusan yang disampaikan Majelis Hakim juga berdasar pertimbangan fakta-fakta yang terungkap dalam sidang kerumunan Petamburan.

Dari lima dakwaan JPU, Suparman menyatakan, hanya dakwaan pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan terbukti. Sementara, dakwaan pertama pasal 160 KUHP tentang Penghasutan, dan empat pasal pada tiga dakwaan lain tidak terbukti.

"Berdasarkan fakta di persidangan, terdakwa tidak ada niat melakukan niat hasutan. Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP," ujar Suparman.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler