Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin Bungkam, Usai Dipriksa 9 Jam Oleh KPK

Kamis, 10 Juni 2021 06:44 WIB

Share
Politisi Partai Golkar yang juga Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. (Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -

Politisi Partai Golkar, Azis Syamsuddin tak mau bicara alias bungkam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap Walikota Tanjungbalai, M. Syahrial, dan mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robbin Pattuju.

Wakil Ketua DPR itu, datang memenuhi panggilan ke KPK sekitar pukul 07.55 WIB dan keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 17.40 WIB. Hampir 9 jam ia dicecar puluhan pertanyaan oeh lembaga antirasuah itu.

Kendati demikian, politsi yang sudah beberapa kali dipanggil kPK dalam kasus lain itu, enggan menjawab sejumlah pertanyaan awak media dan langsung menuju mobil yang sudah menunggu di pelataran Gedung KPK.

Menimbulkan pertanyaan dan berbagai dugaan banyak kalangan, apa saja yang ditanyakan pihak KPK. Sebab, hingga saat ini belum diketahui materi apa yang diperiksakan terhadap anggota DPR daerah pemilihan (Dapil) Sumatera tu. 

Di sisi lain, belum ada keterangan resmi dari pihak KPK. Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, juga belum memberikan keterangan resmi perihal pemeriksaan tersebut kepada para wartawan..

Sepeti diketahui, Azis  Syamsudin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan penyidik KPK, Stepanus, Walikota Tanjungbalai, M. Syahrial, dan pengacara Maskur Husain. KPK menduga Azis mengetahui banyak peristiwa dugaan suap ini.

Temuan awal lembaga antirasuah terebut, Azis diduga memfasilitasi pertemuan antara Stepanus dengan M. Syahrial di rumah dinasnya, pada Oktober 2020 lalu. Maalah ini sudah tercium dan santer dibicarakan.

Pada pertemuan itu, Azis diduga meminta Stepanus membantu Syahrial agar tak ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Syahrial pun telah memberi uang Rp1,3 miliar kepada Stepanus.

Pihak penyidik lembaga antirasuah juga telah menggeledah kediaman Azis dan ruang kerjanya di DPR. Tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang diduga terkait perkara.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler