Dewan Pers Kutuk Keras dan Minta Polri Beri Perhatian Khusus Atas Penembakan Wartawan di Simalungun

Sabtu, 19 Juni 2021 15:50 WIB

Share
(foto: ist)

MEDAN, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Dewan Pers masih melakukan pendataan, menyiapkan data-data, terkait penembakan wartawan di Simalungun, Sabtu (19/06/2021) pagi WIB. 

Menurut Wakil Ketua Dewan Pers, Henrry CH Bangun, pihaknya, dewan pers mengutuk keras kekerasan yang dialami wartawan. Apalagi jika itu menyebabkan kematian. 

Karenanya, Henrry menyarankan, jika ada masyarakat yang merasa keberatan dengan pemberitaan disarankan agar menggunakan saluran UU Pers. Dimana, keberadaan Dewan Pers juga merupakan jalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi seperti itu. 

"Kemudian yang ketiga, kepada kawan-kawan wartawan, juga agar berhati-hati dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Karena ancaman-ancaman bisa saja terjadi dimana saja," urai Henrry kepada sumut.poskota.co.id, Sabtu (19/06/2021) siang. 

 

Terkait penembakan wartawan di Simalungun, kata Henrry, Dewan Pers masih menunggu data-data yang sedang dikumpulkan PWI dan AJI di lapangan. 

"Kita, Dewan Pers masih menunggu fakta di lapangan hasil investigasi PWI dan AJI, apakah memang penembakan wartawan di Simalungun itu ada kaitannya dengan pemberitaan," ungkap Henrry. 

Begitupun, Henrry menegaskan agar pihak kepolisian bekerja keras mengusut kasus penembakan wartawan di Simalungun ini. Apalagi dalam hitungan waktu yang berdekatan ada kasus-kasus kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di Sumatera Utara. Mulai karena menyoroti judi, Narkoba dan lain-lain.

 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler