Banyak Kasus Pelecehan Seksual Menimpa Anak Dibawah Umur, PMII Pangandaran Angkat Bicara

Sabtu, 17 Juli 2021 16:15 WIB

Share
Ketua Korps PMII Putri Kabupaten Pangandaran Farida Adawiyah. (foto:Dry)

PANGANDARAN,POSKOTAJABAR.CO.ID

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran merasa geram dengan banyaknya peristiwa pelecehan seksual yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Ketua Korps PMII Putri Kabupaten Pangandaran,Farida Adawiyah mengatakan, dalam kurun waktu 2 bulan, sudah dua kali kejadian pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Pangandaran yang sempat menggegerkan warga.

"Kejadian yang pertama itu menimpa korban berusia 14 tahun di wilayah Kecamatan Langkaplancar yang terjadi tepat hari Kamis (10/06/2021), kemudian yang baru terungkap itu menimpa salah seorang pelajar SMK berusia 16 tahun," kata Farida,, Sabtu (17/07/2021).

Mirisnya, ungkap Farida, salah seorang pelajar yang menjadi korban pelecehanan itu sampai mengandung (hamil,red) sehingga korban terpaksa putus sekolah.

"Korban jadi korban pelampiasan nafsu bejad sampai berkali-kali disetubuhi hingga hamil, namun,korban enggan melaporkan kepada pihak yang berwenang karena merasa malu dan tak berani," sesalnya.

Menurut dia, tindakan biadad pelaku yang merusak masa depan korban itu sudah sangat  merendahkan harkat dan martabat derajat perempuan. Padahal pelaku dilahirkan kedunia itu dari rahim seorang perempuan. 

"Dengan demikian, kami dari PMII menyoroti progam Kabupaten Layak Anak  (KLA) yang digulirkan Pemerintah sudah sejauh mana sampai hari ini," tanya Farida.

Farida berharap, korban pelecehan seksual harus segera melaporkan tindakan bejat yang dilakukan pelaku, korban harus punya keberanian untuk melaporkan pelaku kepada pihak yang berwajib.

"Tentunya dengan dukungan dan dorongan dari pihak keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan karena ini menyangkut persoalan psikologis korban. Termasuk Pemerintah harus cepat tanggap dalam menangani persoalan psikologis para korban, karena ini menyangkut masa depan korban," ungkapnya. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler