Bos Resto di Indramayu Ini Ogah Bayar Denda Rp 5 Juta, Padahal Dia Melanggar PPKM

Kamis, 8 Juli 2021 15:25 WIB

Share
Selama PPKM diberlakukan, petugas akan merekayasa arus lalu lintas di Tasikmalaya. (fot:Kris)

POSKOTAJABAR.CO.ID - Seorang pengusaha rumah makan di Indramayu terang-terangan bahwa dia tak sudi membayar denda, mesk dia dianggap bersalah karena telah melanggar kebijakan PPKM Darurat.

Adapun ia lebih memilih hukuman kurungan penjara ketimbang pidana denda.

Pengusaha rumah makan tersebut divonis bersalah oleh majelis hakim saat sidang tindak pidana ringan (Tipiring) dalam rangka penegakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat di Kecamatan Patrol, Rabu (7/7/2021) kemarin.

Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman, mengatakan pemilik rumah makan itu terbukti tidak menyiapkan thermogun untuk periksa suhu tubuh pengunjung, menyediakan tempat duduk, hingga membiarkan pembeli yang tidak memakai masker.

Pelanggar yang bersangkutan pun akan dikurung selama 5 hari penjara.

"Kejadiannya di Patrol, itu tetap hukumannya denda tapi dinyatakan tidak membayar denda dan ia memilih hukuman kurungan 5 hari," ujar dia, Kamis (8/7/2021).

Fatchu Rochman mengatakan tidak mengetahui secara pasti alasan pelanggar yang bersangkutan lebih memilih dikurung ketimbang membayar denda sebesar Rp 5 juta.

Hanya, ia menyampaikan hal tersebut menjadi hak dari pelanggar yang bersangkutan.

Editor: Donpraditaabbas
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler