Waduuh ! Tukang Es Kelapa Muda Nyambi Edarkan Narkoba, Ini Ceriteranya

Senin, 20 September 2021 15:38 WIB

Share
Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono menunjukan Barangbukti dari para pelaku pengedar barang haram, di Mapolres Tasikmalaya, Senin (20/09/2021). (foto:Kris)

TASIKMALAYA, POSKOTAJABAR.CO.ID

Satnarkoba Polres Tasikmalaya  mengamankan lima pelaku pengedar narkoba jenis Hexymer dan tembakau sintetis yang diedarkan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dari kelima pelaku diantaranya berprofesi sebagai penjual es kelapa muda di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

Kelima tersangka kasus penyalahgunaan narkoba yang diamankan tersebut yakni ER alias Bucek asal Kampung Tenjosari Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal, petugas berhasil mengamankan 98 butir Hexymer dan uang hasil penjualan dari tersangka sebesar Rp 200 ribu.

Lalu, SM asal warga Kampung Kahuripan Keluruhan Cigantang Kecamatan Mangkubumi diamankan 129 butir Hexymer. JH alias Cacing warga Kampung Babakan Gintung, Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal diamankan 5,56 gram narkotika jenis Tembakau Sintetis. 

Kemudian, IP asal Kampung Cigorowong Desa Cintajaya Kecamatan Tanjungjaya, diamankan 5,07 gram tembakau sintetis. Dan DR asal Kampung Nangreu Desa Sirnagalih Kecamatan Bantarkalong diamankan 1.000 butir Hexymer dan 100 butir tramadol. 

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono menyampaikan,  Satnarkoba Polres Tasikmalaya telah berhasil mengamankan lima orang pelaku pengedar narkotika jenis Hexymer, dan tembakau sintetis juga tramadol," ujarnya dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Mako Polres Tasikmalaya jalan Raya Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Rimsyahtono, kelima pelaku semuanya adalah pengedar dan yang menarik dalam penangkapan ini, pelaku penjual kelapa muda yang mengedarkan narkoba kita dalami oleh Satnarkoba.

"Kita juga akan melakukan kerjasama dengan pihak pengiriman online, minimal ada yang mengantar atau kurirnya," ujarnya. 

"Kita tetap akan melakukan penyelidikan ketika ada yang mencurigakan dan akan kita telusuri siapa orang atau kelompok yang menjual narkotika dengan sasaran penjualan karena para pelaku ini mengedarkan dan menjual pil Hexymer kepada pelanggannya persatu butir Rp 10 ribu," tambahnya.

Atas perbuatananya para pelaku kami dijerat pasal 196 Jo 198 Undang-undang RI, Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dan pasal 114 ayat (1) Jo 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler