Tersebar di Setiap Kecamatan, Ketahanan Pangan di Pangandaran Dipengaruhi Keberadaan Lumbung Padi

Senin, 6 September 2021 21:58 WIB

Share
Para petani tengah membereskan padi hasil panen untuk dimasukkan ke dalam lumbung. Sebanyak 185 lumbung padi di Pangandaran berikan dampak bagi ketahanan pangan (Foto: dry)

PANGANDARAN, POSKOTAJABAR.CO.ID -

Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mencatat ada 185 lumbung padi yang tersebar di masyarakat.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan di DKPKP Pangandaran, Rusyana, mengatakan, lumbung padi sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan ketahanan pangan.

"Jumlah 185 lumbung padi memberikan dampak yang baik bagi ketahanan pangan di Pangandaran," ujar Rusyana kepada POSKOTAJABAR.CO.ID, Senin, 6 September 2021.

Menurut Rusyana, pada musim panen bulan Juli 2021 Kabupaten Pangandaran menghasilkan 17.904,01 ton gabah kering giling atau 11.100,49 ton beras.

"Hasil perhitung surplus beras di Kabupaten Pangandaran sampai Juli 2021 sebanyak 53.422,61 ton," katanya.

Rusyana menyebutkan, apabila kebutuhan konsumsi beras per bulan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat 5.785,02 ton, maka ketersediaan beras di Pangandaran bisa memenuhi kebutuhan selama sembilan bulan ke depan atau 9,41 ton.

"Rumusan tersebut menggambarkan keberadaan lumbung padi di Kabupaten Pangandaran sudah berjalan dengan maksimal," jelasnya.

Rusyana menerangkan, dari 185 lumbung padi tersebut yang dikelola secara swadaya 117, sedangkan yang bersumber dari APBD II ada 40, yang bersumber dari APBD I ada 23 dan dari DAK ada 5.

"Keberadaan lumbung padi juga sangat membantu masyarakat dalam menstabilkan harga padi karena sudah diatur oleh harga pembelian pemerintah," tuturnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler