Polda Jabar Jelaskan Soal Saksi Pelapor Dugaan Pelintir Ucapan KSAD Jenderal Dudung

Sabtu, 8 Januari 2022 07:22 WIB

Share
Polda Jabar Jelaskan Soal Saksi Pelapor Dugaan Pelintir Ucapan KSAD Jenderal Dudung
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo. (foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Penyidik Polda Jabar sudah memeriksa saksi pelapor dugaan ujaran kebencian berupa pelintir ucapan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang dilakukan oleh habib Bahar bin Smith.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, AW salah satu saksi pelapor dalam kasus dugaan pelintir ucapan KSAD Jenderal Dudung sudah dipanggil dan sudah hadir untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sampai tadi pagi itu sudah dibuat surat undangan kepada salah satu saksi pelapor atas nama AW dan sudah hadir dan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik untuk melakukan klarifikasi," katanya.

Ibrahim Tompo menambahkan pemeriksaan saksi pelapor itu merupakan lanjutan dari pemeriksaan saksi-saksi dan ahli yang sudah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya sebelum perkaranya dilimpahkan ke Polda Jabar.

"(Dari Polda Metro Jaya) ada saksi yang diperiksa terkait saksi pelapor itu ada dua, kemudian saksi ahli sudah ada lima, jadi kita menindaklanjuti dengan lidik dan sudah melakukan pemeriksaan saksi pelapor atas AW," tutur Ibrahim.

Kasus dugaan pelintir ucapan Jenderal Dudung Abdurachman dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Polda Jabar. Perkara yang dilaporkan oleh habib Husein Shihab itu kini tengah ditangani penyidik Polda Jabar.

Habib Husin Shihab menjelaskan, dirinya melaporkan Bahar Smith atas dugaan telah memelintir pernyataan Jenderal Dudung soal 'Tuhan bukan orang Arab' yang ditayangkan melalui podcast Deddy Corbuzier.

Menurut Husin, pelintiran dari Bahar Smith ini menimbulkan rasa kebencian individu atau kelompok.

"Pak Dudung mengatakan bahwa 'pakai Bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab, saya pakai Bahasa Indonesia, Yaa Tuhan, Yaa Allah SWT saya ingin membantu orang, saya ingin menolong orang', (menit: 01:02:37). Namun, ucapan pak Dudung soal 'Tuhan kita bukan orang Arab ini dipelintir', seolah-olah pak Dudung menyamakan Tuhan dengan manusia," ujarnya beberapa waktu lalu. (Aris)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar