Ratusan Perempuan di  Kota Cimahi Jadi Kepala Keluarga, Ini Sebabnya

Senin, 10 Januari 2022 17:52 WIB

Share
Ratusan Perempuan di  Kota Cimahi Jadi Kepala Keluarga, Ini Sebabnya
Kepala DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Guntur Priambada. (foto:Ist)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID

Akibat banyaknya perceraian, jumlah perempuan yang menjadi kepala keluarga atau kepala rumah tangga di Kota Cimahi terus meningkat.

Hal itu berdasarkan data dari Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, tahun 2020, ada 233  perempuan yang menjadi kepala keluarga.

"Kemudian tahun 2021 itu bertambah menjadi 269 orang," terang Kepala DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Guntur Priambada melalui Sekretaris DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Fitriani Manan, Senin (10/1/2022).

Menurut Guntur, adapun penyebab ratusan perempuan di Kota Cimahi menjadi kepala rumah tangga salah satunya karena bercerai dengan suami, sehingga menjadi janda.

Kemudian lantaran suaminya meninggal, suaminya mengalami cacat, suaminya tidak bekerja sama sekali. Lalu ada juga yang suaminya tidak pulang-pulang hingga perempuan yang enggan untuk menikah.

"Banyak janda-janda yang menjadi kepala keluarga, dia harus menghidupi keluarganya, dia harus tetap survive," terang Guntur.

Namun perempuan yang terdata sebagai kepala rumah tangga pihaknya merupakan warga Kota Cimahi yang termasuk ke dalam golongan ekonomi tak mampu. Sehingga untuk mengakomodir mereka, pihaknya rutin memberikan pelatihan.

"Kita kan sasarannya Pekka (perempuan kepala keluarga) ke yang ekonomi lemah, kita mengajarkan untuk survive. Pemberdayaan ekonominya dikasih keterampilan, menjahit, memasak apapun," jelasnya. (Bagdja)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar