Bisnis Kopi Masih Tetap Menjanjikan, Dari Produksi, Pemasaran Hingga Gaya Hidup

Jumat, 4 Maret 2022 08:00 WIB

Share
Bisnis Kopi Masih Tetap Menjanjikan, Dari Produksi, Pemasaran Hingga Gaya Hidup
Ilustrasi secangkir kopi hangat. (foto: Pixabay/grafmex)

BANDUNG, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Bisnis kopi masih tetap menjanjikan, baik itu dari sisi produksi maupun pemasarannya. Mengingat permintaan terhadap komoditas kopi cenderung meningkat selama beberapa tahun terakhir. 

Dari sekian banyak jenis biji kopi di Indonesia, terdapat dua jenis varietas utama yaitu kopi arabika dan robusta. Masing-masing jenis kopi itu memiliki keunikan dan pasarnya sendiri. Ada beberapa jenis kopi yang terkenal antara lain, Kopi Luwak, Kopi Java, Kopi Toraja, Kopi Sumatra, Kopi Lanang, Kopi Wamena, dsb.

Produksi kopi nasional memang cukup melimpah selama ini. Berdasarkan data Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) dan Kementerian Perindustrian, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke empat di dunia setelah Brasil, Vietnam,  dan Kolombia. Bahkan, pernah menduduki peringkat ketiga dunia. Produksi kopi nasional rata-rata 700.000 ton/tahun.

Meski produksi kopi di Indonesia tinggi, namun belum diimbangi oleh tingkat konsumsinya di dalam negeri. Pertumbuhan konsumsi kopi nasional memang cenderung naik menjadi 1,3 kg/kapita/tahun dari rata-rata 0,8 kg/kapita/tahun, tetapi konsumsi terhadap komoditas perkebunan itu masih tergolong rendah, bahkan jauh di bawah sejumlah negara pengimpor kopi.

Konsumsi kopi di Amerika Serikat misalnya, bisa mencapai 4,3 kg/kapita/tahun, Jepang 3,4 kg/kapita/tahun, Austria 7,6 kg/kapita/tahun, Belgia 8,0 kg/kapita/tahun, Norwegia 10,6 kg/kapita/tahun, dan Finlandia 11,4 kg/kapita/tahun.

Relatif rendahnya tingkat konsumsi kopi di Indonesia itu mengindikasikan ruang dan peluang untuk mendorong industri dan bisnis kopi, baik di tingkat hulu (produksi dan budidaya) maupun hilir (pedagang kopi, kafe, kedai) masih terbuka luas. Pada gilirannya, bisa meningkatkan nilai tambah dan daya saing kopi Indonesia di pasar internasional.

Beberapa kalangan menilai permasalahan kopi tidak hanya berkutat soal produksi, tetapi harus lebih dikembangkan dan maju karena kopi telah mendunia. 

"Ritual" minum kopi telah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat. Hal itu ditandai dengan menjamurnya kafe dan kedai kopi di sejumlah sudut kota. Kaum urban para penikmat kopi itu terus bertambah, dari berbagai kalangan. 

Mereka suka minum kopi, tentu bukan tanpa alasan. Sejumlah sumber tentang kesehatan menyatakan banyak manfaat yang bisa diperoleh, di antaranya untuk meningkatkan energi, metabolisme tubuh, sumber antioksidan, dsb. 

Jenis minuman kopi yang dikenal pun sangat beragam, serta memiliki proses penyajian dan pengolahan yang unik, seperti kopi hitam, kopi instan, kopi tubruk, espresso, coffee latte, cappuccino, dsb. 

Halaman

Komentar ditutup untuk berita ini.