Wisata di Alam Bebas, Tak Sekadar Melepas Penat Namun Juga Turut Gerakan Ekonomi Daerah

Minggu, 6 Maret 2022 13:12 WIB

Share
Wisata di Alam Bebas, Tak Sekadar Melepas Penat Namun Juga Turut Gerakan Ekonomi Daerah
Ilustrasi wisata alam. (foto: Pixabay/iqbalnuril)

BANDUNG, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir, namun minat masyarakat untuk berwisata tetap tinggi. Terbukti, setiap libur akhir pekan, sejumlah objek wisata masih banyak dikunjungi termasuk objek wisata alam bebas.

Para pengelola tentu membuka tempat wisata itu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) sesuai peraturan yang telah ditetapkan pemerintah. 

Di antaranya dengan memeriksa suhu tubuh para pengunjung yang masuk dan mewajibkan pakai masker. Tak sedikit pula objek wisata yang mengharuskan pengunjung untuk menunjukkan sertifikat vaksin melalui aplikasi pedulilindungi.    

Terlepas kondisi di tengah pandemi, kebutuhan untuk berwisata memang tetap tinggi, terlebih bagi sebagian masyarakat terutama di perkotaan, akhir pekan biasanya identik dengan berekreasi untuk mengisi liburan. 

Umumnya, kaum urban itu memilih berlibur ke sejumlah objek wisata alam atau tempat-tempat terbuka, baik itu di dalam maupun luar kota. 

Bahkan pada masa liburan panjang atau long weekend, mereka rela menempuh perjalanan jauh dan menghadapi kemacetan, demi untuk melepas penat dan menikmati keindahan alam bersama keluarga dan teman-teman. Tak heran, sejumlah obyek wisata favorit selalu dipadati pengunjung dari berbagai daerah. 

Tingginya animo masyarakat itu, tentu disikapi oleh para pengelola obyek wisata yang terus berlomba untuk menarik minat pengunjung, di antaranya dengan menawarkan berbagai fasilitas baru dan unik agar memuaskan pengunjung saat  berkegiatan di luar ruangan (outdoor activity) atau berwisata alam. 

Keberadaan obyek wisata itu akan memberikan multiplier effect terhadap berbagai aktivitas terkait karena mampu menggerakan roda ekonomi di wilayah tersebut. 

Tidak saja pendapatan langsung yang diperoleh obyek wisata dari para pengunjung, namun juga secara tidak langsung mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan geliat ekonomi dari warga sekitar.  

Dampak positif lain, bisa menumbuhkan berbagai usaha terkait terutama bisnis pendukung dengan obyek wisata tersebut, seperti hotel atau tempat penginapan, transportasi, dan rumah makan. Termasuk, bisnis penyediaan peralatan untuk berkemah, mendaki gunung, berenang, berlayar, dan sebagainya. 

Halaman

Komentar ditutup untuk berita ini.